INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Bupati Inhil H Muhammad Wardan mengharapkan kontribusi alumni Universitas Riau dalam pembangunan Kabupaten Hamparan Kelapa Dunia ini. 

Harapan ini disampaikan Bupati Wardan pada pelantikan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau (IKA UR) Kabupaten Inhil, Rabu (30/8/17) malam di Gedung Telaga Puri Tembilahan. 

"Eksistensi IKA UR dapat berperan sebagai pemberi masukan dan diskusi dalam rangka pengembangan program pembangunan di Kabupaten Inhil," ungkapnya. 

Menurutnya, Inhil merupakan sebuah daerah yang memiliki potensi yang luar biasa, khususnya di bidang pertanian dengan areal persawahan sangat luas untuk produksi padi yang apabila terus dikembangkan akan berpeluang menjadikan Inhil sebagai daerah yang berkontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan beras Riau. 

Maka, sangat diperlukan kontribusi pemikiran dari Universitas Riau bagi pengembangan berbagai potensi di Inhil ini," katanya. 

"Dengan begitu, kehadiran Ika UR akan mampu pula memberikan spirit, membangun semangat baru bagi kami (pemerintah dan masyarakat) di Kabupaten Inhil," sebut Wardan. 

Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau (IKA UR) Kabupaten Inhil, Said Syarifuddin menyatakan, komitmennya untuk terus melakukan inventarisasi terhadap para alumni Universitas Riau, terutama yang berasal dari Kabupaten Inhil yang saat ini tersebar di bebebera wilayah di Indonesia bahkan di luar Negeri. 

"Dengan telah resmi dilantiknya kepengurusan Ika UR. Saya selaku Ketua bersama para pengurus lainnya akan terus berupaya mengidentifikasi dan menginventarisir para alumnus Universitas Riau lainnya yang tersebar di pelosok Indonesia bahkan juga penjuru dunia," imbuh Said. 

Salah satu tujuan identifikasi dan inventarisir yang dilakukan, kata Said Syarifuddin, ialah sebagai langkah pengembangan organisasi, yang tidak hanya mencakup wilayah Provinsi Riau, namun juga seluruh Indonesia bahkan menjangkau mancanegara. 

"Sejauh ini jumlah alumnus yang masuk ke dalam pendataan organisasi adalah sebanyak 1863 orang. Pendataan akan terus dilakukan. Sebab, Ika UR bertekad untuk mengembangkan sayap organisasi kepengurusannya ke daerah - daerah Provinsi lain di Indonesia karena alumni Universitas Riau tersebar di berbagai daerah bahkan manca negara dengan jenjang pekerjaan yang juga bervariasi," tandasnya. 

Sedangkan Ahmad Hijazi selaku Ketua Pengurus Pusat Ika UR dalam arahan yang disampaikannya mengatakan, kepengurusan Ika UR Kabupaten Inhil merupakan kepengurusan tingkat Kabupaten / Kota perdana yang melaksanakan pelantikan. Sebagai Kepengurusan setingkat Kabupaten / Kota pertama yang dilantik, Ahmad Hijazi berharap, Ika UR Kabupaten Inhil dapat menunjukkan kiprah dan eksistensinya kedepan. 

"Kiprah yang diharapkan juga harus berorientasi lintas almamater, jadi tidak cuma dalam ruang lingkup sesama almamater saja. Juga, Ika UR Kabupaten Inhil harus mampu membangun, menunjukkan eksistensinya kepada semua komponen," harap Ahmad Hijazi. 

Disamping itu, Ahmad Hijazi juga mengharapkan, adanya sinergitas yang dijalin antara Ika UR Kabupaten Inhil sebagai sebuah organisasi dengan Pemerintah dan masyarakat guna memajukan daerah, terutama melalui kemajuan dunia pendidikan. 

"Karena majunya satu daerah, salah satunya diindikasikan dengan kemajuan kualitas dunia pendidikan di daerah itu sendiri. Kualitas dunia pendidikan itu berbanding lurus dengan kualitas SDM dari para alumni Universitas Riau yang dihasilkan di masing - masing institusi pendidikan di daerah setempat," terang Ahmad Hijazi. 

Pada pelantikan ini turut dihadiri Rektor Universitas Riau Prof Aras Mulyadi dan beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten Inhil yang juga merupakan para alumni dan pengurus IKA UR Kabupaten Inhil.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, KEMPAS - Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman didampingi Bupati Inhil H Muhammad Wardan melakukan Panen Raya Padi dan Gerakan Tanam Serentak Peremajaan Kebun Kelapa Rakyat di Desa Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Rabu (30/8/17). 

Kegiatan ini dihadiri Erlina Tarigan dari Kementerian Pertanian yang juga Ketua Tim Upsus Wilayah Riau, Kasiter Korem 031/WB Letkol Arm Jonni Marpaung, Dandim 0314/ Inhil Letkol Inf J Hadiyanto, unsur Forkopimda Provinsi Riau dan Inhil serta pejabat Pemkab Inhil lainnya. 

Bupati Inhil H Muhammad Wardan menyampaikan, dalam angka tetap data BPS tahun 2015, Kabupaten Indragiri Hilir telah mampu memproduksi padi sebanyak 112.264 ton dengan produktivitas per hektar 38,71 kuintal. 

"Namun dibandingkan dengan kebutuhan penduduk Kabupaten Indragiri Hilir, kita masih kekurangan beras sebesar 10.398 ton dan ini merupakan tantangan bagi kita," katanya. 

Luas potensi lahan sawah di Kabupaten Indragiri Hilir mencapai 25.169 hektar, dengan target luas tanam padi pada musim tanam Oktober–Maret (2016/2017) seluas 20.979 hektar dan realisasi seluas 19.208 ha (91,55 persen), sedangkan pada musim tanam April–September (2017) ditargetkan 6.647 hektardan sampai dengan Agustus baru terealisasi 3.702 hektar. 

"Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani, penyuluh, jajaran TNI AD khususnya Babinsa yang telah berhasil merealisasi-kan target yang ditetapkan," ujarnya. 

Sementara itu, Kecamatan Kempas mempunyai potensi luas lahan sawah 1.770 hektar dan realisasi tanam mencapai 2.305 hektar. Hal ini karena sebagian besar dua kali tanam dalam setahun, khusus Kelurahan Kempas Jaya luas lahan sawah 560 hektar, ditanami padi semua dalam dua kali setahun (IP200). 

Sedangkan Gubri H Arsyadjuliandi Rachman meminta para petani serius bercocok tanam padi dan tidak melakukan alih fungsi lahan pertanian padi mereka. 

"Saya harapkan jangan alih fungsi lahan, saya sampaikan apresiasi kepada petani yang tidak melakukan alih fungsi lahan pertanian," pesannya. 

Dikarenakan saat ini lahan makin berkurang, sementara kebutuhan terhadap beras semakin meningkat. Disebutkan, saat ini Provinsi Riau mengalami kekurangan beras 350.000 ton pertahun. 

"Untuk itu, Pemprov Riau dan Pusat serta Kabupaten selalu bersinergi dalam anggaran untuk membantu peningkatan produksi padi di Riau. Khususnya di Kabupaten Inhil, agar tetap menjadi sentra penghasil beras di Provinsi Riau," imbuhnya. 

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan peralatan pertanian kepada Kelompok Tani di Kecamatan Kempas dan beberapa kecamatan lainnya.KEMPAS-Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman didampingi Bupati Inhil H Muhammad Wardan melakukan Panen Raya Padi dan Gerakan Tanam Serentak Peremajaan Kebun Kelapa Rakyat di Desa Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Rabu (30/8/17). 

Kegiatan ini dihadiri Erlina Tarigan dari Kementerian Pertanian yang juga Ketua Tim Upsus Wilayah Riau, Kasiter Korem 031/WB Letkol Arm Jonni Marpaung, Dandim 0314/ Inhil Letkol Inf J Hadiyanto, unsur Forkopimda Provinsi Riau dan Inhil serta pejabat Pemkab Inhil lainnya. 

Bupati Inhil H Muhammad Wardan menyampaikan, dalam angka tetap data BPS tahun 2015, Kabupaten Indragiri Hilir telah mampu memproduksi padi sebanyak 112.264 ton dengan produktivitas per hektar 38,71 kuintal. 

"Namun dibandingkan dengan kebutuhan penduduk Kabupaten Indragiri Hilir, kita masih kekurangan beras sebesar 10.398 ton dan ini merupakan tantangan bagi kita," katanya. 

Luas potensi lahan sawah di Kabupaten Indragiri Hilir mencapai 25.169 hektar, dengan target luas tanam padi pada musim tanam Oktober–Maret (2016/2017) seluas 20.979 hektar dan realisasi seluas 19.208 ha (91,55 persen), sedangkan pada musim tanam April–September (2017) ditargetkan 6.647 hektardan sampai dengan Agustus baru terealisasi 3.702 hektar. 

"Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani, penyuluh, jajaran TNI AD khususnya Babinsa yang telah berhasil merealisasi-kan target yang ditetapkan," ujarnya. 

Sementara itu, Kecamatan Kempas mempunyai potensi luas lahan sawah 1.770 hektar dan realisasi tanam mencapai 2.305 hektar. Hal ini karena sebagian besar dua kali tanam dalam setahun, khusus Kelurahan Kempas Jaya luas lahan sawah 560 hektar, ditanami padi semua dalam dua kali setahun (IP200). 

Sedangkan Gubri H Arsyadjuliandi Rachman meminta para petani serius bercocok tanam padi dan tidak melakukan alih fungsi lahan pertanian padi mereka. 

"Saya harapkan jangan alih fungsi lahan, saya sampaikan apresiasi kepada petani yang tidak melakukan alih fungsi lahan pertanian," pesannya. 

Dikarenakan saat ini lahan makin berkurang, sementara kebutuhan terhadap beras semakin meningkat. Disebutkan, saat ini Provinsi Riau mengalami kekurangan beras 350.000 ton pertahun. 

"Untuk itu, Pemprov Riau dan Pusat serta Kabupaten selalu bersinergi dalam anggaran untuk membantu peningkatan produksi padi di Riau. Khususnya di Kabupaten Inhil, agar tetap menjadi sentra penghasil beras di Provinsi Riau," imbuhnya. 

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan peralatan pertanian kepada Kelompok Tani di Kecamatan Kempas dan beberapa kecamatan lainnya.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Bupati Inhil H Muhammad Wardan melakukan peninjauan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, Rabu (30/8/17). Diharapkan, helat demokrasi tingkat desa ini berlangsung aman. 

Dalam peninjauan ini ke beberapa desa yang melaksanakan Pilkades di Kecamatan Tembilahan dan Keritang ini, Bupati didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Yulizal dan beberapa pejabat lainnya. 

"Alhamdulillah, berdasarkan pemantauan di lapangan, saat ini pelaksanaan Pilkades ini berjalan dengan baik dan lancar," ungkap Wardan. 

Diharapkan, pelaksanaan Pilkades ini dapat menghasilkan pemimpin terbaik di desa dan mereka yang terpilih memang benar-benar pilihan hati nurani masyarakat setempat. 

"Semoga perhelatan Pilkades ini benar-benar menghasilkan Kades terbaik dan sesuai pilihan masyarakat," harapnya. 

Untuk diketahui, Pilkades Serentak Gelombang II Tahun 2017 ini digelar di 17 Kecamatan dengan 58 Desa yang melaksanakan Pilkades ini, yakni di Kecamatan Tembilahan Hulu 1 Desa dengan 2 TPS, Kecamatan Batang Tuaka 3 Desa dengan 14 TPS, Kecamatan Gaung Anak Serka 4 Desa dengan 12 TPS, Kecamatan Gaung 6 Desa dengan 26 TPS, Kecamatan Kuala Indragiri 2 Desa dengan 9 TPS, Kecamatan Concong 2 Desa dengan 7 TPS. 

Dan Kecamatan Tanah Merah 4 Desa dengan 16 TPS, Kecamatan Enok 1 Desa dengan 4 TPS, Kecamatan Kempas 2 Desa dengan 13 TPS, Kecamatan Keritang 7 Desa dengan 56 TPS, Kecamatan Kemuning 5 Desa dengan 39 TPS, Kecamatan Sungai Batang 2 Desa dengan 8 TPS, Kecamatan Mandah 4 Desa dengan 34 TPS, Kecamatan Kateman 3 Desa dengan 24 TPS, Kecamatan Pulau Burung 8 Desa dengan 16 TPS, Kecamatan Pelangiran 3 Desa dengan 22 TPS, Kecamatan Teluk Belengkong 1 Desa dengan 2 TPS.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Pemerintah Kabupaten Inhil melaksanakan Sosialisasi dan Implementasi PP Nomor 71 Tahun 2014 dilengkapi dengan PP Nomor 57 Tahun 2016, Selasa (29/8/17). 

Kegiatan sosialisasi yang digelar di Gedung Puri Cendana Tembilahan ini dibuka Bupati Inhil diwakili Staf Ahli Bupati Inhil Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sar’i dan dihadiri Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Huda A Sani, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Inhil. 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran dalam upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut serta mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. 

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ekosistem gambut merupakan ekosistem yang rentan dan telah mengalami banyak kerusakan yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015. 

"Oleh karena itu, pemerintah memandang harus dilakukan upaya-upaya intensif dalam perlindungan dan pengelolaannya. Maka, Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut dinilai perlu disempurnakan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan hukum di masyarakat," ungkap Bupati. 

Atas dasar pertimbangan tersebut, pada tanggal 2 Desember 2016, Presiden Joko Widodo telah menandatangani PP Nomor 57 tahun 2016 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2014. 

Dalam PP perubahan ini pemerintah menjelaskan bahwa gambut adalah material organik yang terbentuk secara alami dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ketebalan 50 (lima puluh) centimeter atau lebih dan terakumulasi pada rawa. 

"Perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut merupakan upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan dengan tujuan untuk melestarikan fungsi ekosistem gambut dan mencegah terjadinya kerusakan ekosistem gambut yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum," sebutnya. 

Ditambahkan, dalam PP Nomor 57 tahun 2016 ini juga ditegaskan bahwa setiap orang dilarang membuka lahan baru (land clearing) sampai ditetapkan zonasi fungsi lindung dan fungsi budidaya pada areal ekosistem gambut untuk tanaman tertentu, membuat saluran drainase yang mengakibatkan gambut menjadi kering, membakar lahan gambut dan/atau melakukan pembiaran terjadinya kebakaran, melakukan kegiatan lain yang mengakibatkan terlampauinya kriteria baku kerusakan ekosistem gambut. 

Menurut Peraturan Pemerintah ini, penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan yang melakukan pemanfaatan ekosistem gambut yang menyebabkan kerusakan ekosistem gambut di dalam atau di luar areal usaha dan/atau kegiatan wajib melakukan pemulihan sesuai kewajiban yang tercantum dalam izin lingkungan. 

"Saya mengajak kepada semua pihak marilah bersama-sama kita menjaga dan melindungi ekosistem gambut dari kerusakan. selain itu, pengelolaan lahan gambut juga harus dilakukan dengan cara yang baik, benar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku," ajaknya. 

Dalam kesempatan ini, dilakukan penyerahan plakat dari Pemerintah Kabupaten Inhil oleh Staf Ahli Bupati kepada Ditjen PPKL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, KEMPAS - Bupati Inhil H Muhammad Wardan mengajak warganya tidak terpancing dengan isu yang tidak jelas kebenarannya, karena berpotensi merusak kondusifitas daerah. 

"Jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas kebenaranya yang dapat berpotensi memecah persatuan dan kesatuan kita," pesannya, saat menghadiri peringatan Haul Syekh Saman al-Madani di Pondok Pesantren Nur Darissalam Desa Harapan Tani, Kecamatan Kempas, belum lama ini. 

Dalam kegiatan yang dihadiri pimpinan Ponpes Nur Darissalam Ustadz Nasyani dan penceramah KH Abdul Fattah (pimpinan Majelis Taklim Asy-Syafa'at, Jawa Timur), Bupati memberikan bantuan peralatan Habsyi dan meninjau lingkungan Ponpes. 

Disebutkan Bupati, melalui momentum peringatan keagamaan, seperti haul ini, maka diharapkan terus terjalin silaturahmi yang erat sesama warga, khususnya sesama muslim dan mendapatkan tambahan wawasan pengetahuan agama Islam melalui pengajian atau tausiyah yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. 

"Makanya, Pemkab Inhil sangat mengapresiasi kegiatan keagamaan yang selalu ramai dihadiri jamaah," katanya. 

Kegiatan ini juga lebih mendekatkan umat dengan ulama sebagai pewaris para nabi. Sehingga dapat meneladani dan mengambil ibrah dan mencontoh perilaku dan amalan mereka. 

"Marilah kita lebih meningkatkan silaturahmi dan meneladani kesolehan para ulama. Selalu mencintai dan memuliakan ulama sebagai pewaris para Nabi," ujarnya. Para ulama lah yang selama ini selalu menjadi tempat bertanya dan menuntun umat ke jalan yang benar. 

Secara khusus, dalam kesempatan ini, Bupati Wardan menghimbau warga Inhil, khususnya kaum muslimin agar senantiasa menjaga dan meningkatkan ukhuwah islamiyah, semangat gotong royong dan kebersamaan, kerukunan dan sikap toleransi terhadap perbedaan yang ada. 

"Jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas kebenaranya yang dapat berpotensi memecah persatuan dan kesatuan kita," pesannya. 

Meningkatkan pemahaman dan pengamalan agama Islam pada diri sendiri, keluarga dan lingkungan disekitar kita. Menghindari perbuatan-perbuatan yang tidak baik, menyimpang dan bertentangan dengan ajaran agama Islam.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Bupati Inhil H Muhammad Wardan menegaskan surat pengakuan hutang yang ditekennya merupakan dalam upaya dapat menggunakan kembali dana alokasi (DAK) yang sudah berakhir pada akhir tahun 2016 lalu.

Pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi beredarnya surat pengakuan hutang Bupati Kabupaten Inhil di media sosial (Medsos) dan sempat membuat bingung masyarakat. Apalagi masyarakat yang tidak memahami kondisi tersebut. 

Agar masyarakat tidak bingung, apalagi sampai dipolitisir dengan orang-orang yang tak bertanggung jawab maka perlu diberikan pemahaman sejelas-jelasnya. Terutama latar belakang munculnya surat tersebut diatas. 

Surat itu ditegaskan Bupati Inhil H Muammad Wardan, sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Inhil dalam rangka dapat menggunakan kembali dana alokasi (DAK) yang sudah berakhir pada akhir tahun 2016 lalu. 

Maka itu Pemkab Inhil menerbitkan surat tersebut sebagai mana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 123 tahun 2016 tentang petunjuk teknis (Juknis) pengelolaan DAK tahun 2017. Hal itu sekaligus upaya untuk menarik DAK. 

Dengan begitu, pernyataan hutang sebagai mana viral di medsos, bukan berarti Pemkab Inhil berhutang dan dibayarkan dengan APBD. Melainkan pernyataan hutang itu, justru untuk mendapatkan alokasi DAK sesuai yang diatur Perpres. 

"Inilah bentuk perjuangan kita untuk kembali mendapatkan DAK. Sebab, kalau kita hanya mengandalkan APBD Inhil, saya rasa berat dengan kondisi seperti ini," tegas Bupati Inhil HM Wardan, Ahad (27/8/17). 

Berbagai upaya akan tetap dilakukan Bupati, dalam mengambil dana pembangunan di Provinsi maupun Pusat. Sama halnya dengan surat pengakuan hutang yang beredar di media-media sosial. 

Pada ayat (4), Kepala Daerah dapat mengajukan usulan perubahan kepada Menteri/Pimpinan Lembaga. Artinya, apa yang dilakukan tersebut bukanlah hal yang keliru, apalagi sampai melanggar hukum. 

Untuk kasus yang ini, terhadap sisa DAK Fisik di Rekening Kas Umum Daerah yang terkait dengan adanya sebagian DAK tahun sebelumnya yang tidak dapat dilaksanakan sampai tuntas sampai akhir tahun anggaran. Sehingga belum dapat mencapai sasaran output sesuai dengan yang direncanakan. 

"Nah di dalam Perpres ini, sisa DAK tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan output pada bidang yang sama, pada tahun berikutnya," jelas Bupati. 

Perpres ini menegaskan, Kepala Daerah menyusun laporan triwulan atas pelaksanaan DAK Fisik yang terdiri atas. Laporan pelaksanaan kegiatan, laporan penyerapan dana dan capaian, output kegiatan. 

Lalu kemudian, laporan pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud disampaikan oleh Kepala Daerah kepada Menteri Keuangan, Menteri ataupun Pimpinan Lembaga, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Menteri Dalam Negeri. 

"Itulah bunyi dari Perpres yang mana tertera jelas pada i Pasal 9 ayat (3)," imbuh mantan Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru itu.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir H Muhammad Wardan sangat mengapresiasi pembentukan koalisi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) pemerhati kelapa secara nasional. 

Pasalnya, menurut Bupati, Inhil memiliki hamparan kebun kelapa terluas di Indonesia sekitar 400.000 hektar. Sehingga cukup banyak kepentingan disana. Terutama dalam mengangkat potensi perkebunan itu ke dunia Internasional. 

"Jelas kita sangat mendukung. Karena kita kan punya kepentingan pada sektor perkelapaan, mengingat luas kebun kelapa kita sangat besar," jawab Bupati. 

Pembentukan koalisi itu merupakan langkah awal. Nanti akan ada pembahasan lebih intens. Oleh karena itu Pemkab Inhil siap dalam segala hal, terutama untuk menyukseskan rencana koalisi Kabupaten pemerhati kelapa. 

Sehari sebelumnya, Asisten II Setdakab Inhil H Afrizal, ikut menghadiri rapat awal di Jakarta. Salah satu tujuan rapat itu membangun kekuatan untuk mengembalikan kejayaan kelapa Indonesia. 

Pertemuan dihadiri oleh 5 Pemerintah Kabupaten, yakni Gorontalo, Minahasa Selatan, Indragiri Hilir, Lebak dan Kepulauan Sula. Dalam pertemuan nampak pula Ketua Harian Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI), Perhimpunan Pengusaha Minyak Kelapa Indonesia serta Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia. 

Ada keprihatinan yang sama terutama fakta bahwa luas kebun kelapa di Indonesia menyusut. Hal itu disebabkan beberapa faktor, mulai dari pohon yang menua, produktivitas kebun sangat rendah, petani kelapa belum sejahtera serta industri kelapa yang belum berkembang. 

Seperti diketahui industri kelapa berpusat hanya pada beberapa wilayah di Indonesia terutama di bagian Barat serta di Sulawesi Utara. Namun, dibeberapa daerah lain malah juga memiliki luas areal perkebunan kelapa cukup besar. 

Untuk itu perlu dilakukan gerakan peremajaan kelapa nasional. Sebagai Duta Kelapa Indonesia yang akan didukung oleh koalisi dan berbagai pemangku kepentingan kelapa. Inilah salag satu kepentingan yang dikatakan Bupati Inhil tersebut diatas. 

"Keberadaan koalisi akan sangat membantu upaya mensosialisasikan manfaat tanaman kelapa. Baik secara ekonomi maupun manfaat kesehatan berbagai produk pangan kelapa seperti minyak kelapa maupun santan," jelansya. 

Dalam waktu yang tak lama lagi Kabupaten Inhil akan menjadi tuan rumah Festival Kelapa Internasional (FKI) dalam rangka perayaan Hari Kelapa Dunia. Maka saat itu, Asisten II Setdakab Inhil, H Afrizal, langsung menyampaikan undangan.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir H Muhammad Wardan menghadiri kegiatan lomba cipta menu serba ikan tingkat Kabupaten Inhil tahun 2017 yang digelar oleh Tim Penggerak (TP) PKK di Gedung Engku Kelana, Jalan Baharuddin Yusuf, Tembilahan, Kamis (24/8/17). 

"Alhamdulillah, kita bisa menghadiri kegiatan lomba cipta menu serba ikan yang merupakan lomba tahunan yang dilaksanakan mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi hingga tingkat nasional," ucap Bupati. 

Saat memberikan penilaian dengan mencicipi masing - masing masakan, Bupati Wardan begitu terkagum dengan jenis - jenis masakan khas berbahan dasar ikan yang dikreasikan oleh kaum perempuan TP PKK Inhil tersebut. 

"Hari ini, saya sudah melihat sekaligus mencicipi masakan ibu - ibu peserta lomba cipta menu. Masakannya khas dan rasanya pas," puji Bupati. 

Meski dalam komposisi bahan dasar ikan mayoritas peserta masih menggunakan ikan berjenis Patin, namun dikatakan Bupati Wardan, juga terdapat masakan yang menggunakan jenis ikan selain ikan Patin sebagai potensi sumber daya perikanan di masing - masing wilayah. 

"Itu artinya, masakan yang diciptakan oleh para peserta sudah beraneka ragam, sudah memiliki kreatifitas dan sudah menampilkan potensi perikanan dari daerah masing - masing," sebutnya. 

Dengan keanekaragaman dan kreatifitas yang ada, Bupati Wardan mengharapkan, hal tersebut dapat dijadikan sebagai modal bagi para peserta dalam berkiprah menorehkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi lagi, seperti pada tingkat Provinsi Riau maupun Nasional nantinya. 

"Dari lomba yang memberikan hasil maksimal ini, kita juga berharap semoga dapat turut memberi pengalaman bagi para peserta lomba untuk berlomba di tingkat Provinsi, mudah - mudahan berhasil menang gemilang," ujar Wardan. 

Pada kegiatan ini juga sekaligus dilakukan pengumuman dan penyerahan plakat kepada para pemenang lomba dari beberapa kategori yang diperlombakan, seperti kategori Balita, Keluarga dan Kudapan. 

Tampak hadir dalam kegiatan lomba cipta menu serba ikan tingkat Kabupaten Inhil tahun 2017, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan, Wakil Ketua DPRD Inhil, Syahruddin, serta Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Inhil, Mukhtar T.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Bupati Inhil H Muhammad Wardan berpesan agar seluruh kepala desa dapat menggunakan anggaran dana desa dengan bijak, hati-hati dan penuh tanggung jawab sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. 

Pesan ini disampaikan beliau dalam kegiatan Rapat Kerja Kepala Desa se Kabupaten Indragiri Hilir dan Sosialisasi Penggunaan Dana Desa serta Launching TP4D, Kamis (24/8/16) di Gedung Puri Cendana Tembilahan. 

"Saya mengharapkan tidak ada satu pun Kepala Desa di Kabupaten Indragiri Hilir ini yang tersangkut masalah hukum dan pembinaan melalui proses hukum merupakan pilihan terakhir untuk dilakukan," tegas Wardan. 

Menurut Wardan, untuk dimaklumi bersama bahwa Kepala Desa memiliki tugas yang cukup berat, yakni melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. 

"Juga yang tidak kalah penting adalah mengelola Alokasi Dana Desa melalui Program Desa Maju Inhil Jaya dan mengelola Dana Desa yang bersumber dari APBN dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku," ujarnya. 

Untuk itulah peran penting dari Tim Pengawal, Pengamanan, Pemerintahan dan Pembangunan (TP4D) diperlukan. Melalui TP4D diharapkan adanya upaya preventif dan persuasif dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan maupun pemanfaatan hasil pembangunan. 

Keberadaan TP4D selain untuk mendorong pelaksanaan pemerintahan yang bersih, aman dan terhindar dari masalah hukum, juga sebagai sarana strategis untuk menguatkan jalinan koordinasi dan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dengan pihak Kejaksaan Negeri Inhil. 

Dengan adanya pengawalan atau bimbingan secara khusus dari Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir, diharapkan dapat meminimalisir terjadinya penyimpangan yang dilakukan baik secara sadar maupun tidak sadar dalam lingkup pemerintahan daerah dan desa. 

Dalam kesempatan ini, Wardan mengajak kepada seluruh Kepala Desa di Kabupaten Indragiri Hilir agar tidak ragu menjalankan kegiatan yang tertuang dalam APBDes 2017. Karena keraguan dapat menyebabkan penyerapan anggaran menjadi kurang maksimal, pembangunan terhambat, pertumbuhan ekonomi melambat, dan kesejahteraan masyarakat sulit tercapai. 

"Manfaatkanlah keberadaan TP4D dalam melaksanakan tugas, agar tidak tersandung dengan masalah hukum. Saya tetap berpesan agar seluruh kepala desa dapat menggunakan anggaran yang ada dengan bijak, hati-hati dan penuh tanggung jawab, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Gunakanlah dana desa dengan sebaik-baiknya, untuk membangun dan memajukan desa, dengan tetap memahami dan mematuhi hukum yang berlaku," sebutnya. 

Apabila terdapat kendala atau permasalahan dalam pelaksanaannya, maka lakukanlah dulu koordinasi dengan dinas terkait, untuk diselesaikan secara bersama, apalagi peraturan juga mengalami banyak perubahan. 

Pesan serupa juga disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Inhil Lulus Mustofa, diingatkan agar para Kepala Desa dapat menjalankan dan mengelola Dana Desa dengan baik dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga dapat terhindar dari permasalahan hukum. 

Kegiatan ini dihadiri Kepala BPMD Inhil Yulizal, Ketua Komisi I DPRD Inhil Yusuf Said, unsur kepolisian dan ratusan Kepala Desa se Inhil.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Bupati Inhil H Muhammad Wardan memaparkan berbagai potensi sumber daya alam daerah ini kepada mahasiswa Universitas Kobe Jepang, Rabu (23/8/17). 

Pemaparan ini disampaikan beliau saat menerima kedatangan sejumlah mahasiswa asal Negeri Sakura ini yang akan melakukan penelitian di Inhil di kediaman dinas Jalan Kesehatan Tembilahan. Ikut mendampingi Bupati, Sekda H Said Syarifuddin, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan H Mukhtar T dan sejumlah pejabat lainnya. 

Di awal pemaparannya, Wardan menyampaikan mengenai kondisi geografis dan demografis Inhil serta merupakan Kabupaten dengan wilayah paling luas di Provinsi Riau dengan heterogen suku yang mendiaminya. 

"Adapun potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Inhil, mulai dari potensi perkebunan, pertanian, perikanan dan kelautan serta kepariwisataan," ungkapnya. 

Khusus di sektor perkebunan, Inhil memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang kelapa, kelapa sawit, pinang, kopi termasuk kakao dan sagu. Selain itu, Inhil juga memiliki populasi Mangrove yang tumbuh melintas di sepanjang sungai Indragiri. Termasuk di pantai Solop yang merupakan salah satu wilayah dengan populasi mangrove terbesar di Inhil. 

Semua potensi lokal ini, tentu saja dapat dikembangkan, karena pada penelitian sebelumnya terhadap salah satu tumbuhan lokal, yakni nipah yang dilakukan oleh Universitas Riau, diketahui bahwa terdapat potensi pengembangan yang luar biasa pada tumbuhan yang tumbuh liar di Kabupaten Inhil. Nipah, berdasarkan hasil riset dapat dikembangkan menjadi gula konsumsi masyarakat serta biodiesel. 

"Saya berharap banyak dengan adanya penelitian ini, terdapat bahan dan kajian yang bisa disumbangkan kepada kami dalam rangka pengembangan potensi di wilayah kami," harap Bupati. 

Seorang dosen luar biasa Universitas Riau selaku pendamping, Haruka Suzuki yang juga berasal dari Jepang, membenarkan, tujuan kedatangan sejumlah mahasiswa Jepang tersebut adalah untuk melakukan riset dalam aspek sosio - ekonomi potensi hutan bakau dan sosio - kultural kehidupan suku laut Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong. 

"Hari ini, kami akan berkunjung ke Pantai Solop untuk melihat hutan mangrove yang banyak tumbuh disana. Kami akan menginap satu malam dan keesokan harinya, kami akan melanjutkan kunjungan ke Desa Panglima Raja, Concong melihat kehidupan suku laut," katanya. 

Adapun dasar pemilihan Kabupaten Inhil sebagai lokasi riset adalah melalui pertimbangan potensi hutan mangrove yang besar jika dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia dan keberadaan suku laut yang kerap kali terekspose melalui pemberitaan selama ini. 

Riset oleh para mahasiswa Jepang ini dilakukan atas kerjasama dengan pihak Universitas Riau. Beberapa pendamping mahasiswa Jepang adalah dosen - dosen dari Universitas Riau.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Kebiasaan mendonorkan darah di kalangan masyarakat harus ditumbuhkan, dalam upaya membantu sesama yang membutuhkan darah. 

Pernyataan ini dikemukakan Bupati Inhil H Muhammad Wardan saat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) IV Palang Merah Indonesia (PMI), Senin (21/8/17) di Gedung Puri Cendana Tembilahan. 

"Pemkab Inhil memberikan apresiasi atas berbagai aksi kemanusiaan yang dijalankan PMI selama ini," ungkap Wardan. 

Dijelaskan, selama ini keberadaan PMI bukan hanya urusan donor darah saja, tapi juga melakukan tugas kemanusiaan lainnya, seperti membantu saat terjadi bencana dan pembinaan relawan. 

Dalam upaya menjamin ketersediaan stok darah di markas PMI, maka segenap lapisan masyarakat harus digerakkan budaya gemar donor darah. 

"Maka, kebiasaan mendonorkan darah di kalangan masyarakat harus digalakkan, terutama kalangan karyawan perusahaan dan instansi pemerintah," harapnya. Tindakan ini sangat membantu ketersediaan stok darah bagi masyarakat lainnya yang membutuhkan. 

Sekretaris PMI Provinsi Riau diwakili Rina Ramli menyebutkan, sebagai organisasi kemanusiaan, maka PMI bergerak cepat dan tepat saat ada yang membutuhkan pertolongan. 

"PMI harus bergerak cepat dan tepat, saat ada yang membutuhkan pertolongan. Muskab ini harus menghasilkan program-program kemanusiaan yang lebih baik kedepannya," pesannya. 

Sedangkan Ketua PMI Inhil Hj Zulaikhah Wardan mengatakan, tujuan PMI adalah meringankan penderitaan sesama manusia yang disebabkan oleh bencana maupun hal lainnya tanpa memandang suku, agama, dan golongan. Pergerakan PMI merupakan pengamalan dari Pancasila yaitu sila ke 2 yang berbunyi Kemanusiaan yang adil dan beradab. 

PMI Inhil berdiri sejak tahun 2005 telah melaksanakan kegiatan di berbagai bidang. Zulaikhah memaparkan kegiatan pokok PMI Inhil terbagi dalam 4 bidang. 

"Yaitu bidang pengembangan organisasi dan sumber daya manusia, bidang penanggulangan bencana, bidang sosial kesehatan masyarakat dan transfusi darah, serta bidang kerjasama", terangnya. 

Usai acara pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggung jawaban pengurus PMI Kabupaten Inhil tahun 2015-Juli 2017 oleh ketua PMI Inhil. 

Dalam kesempatan ini juga diberikan penghargaan kepada relawan donor darah yang telah 10 kali dan 25 kali menyumbangkan darahnya.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir H Muhammad Wardan meresmikan pemakaian media center 'eBilik', Jum'at (18/8/17). 

Sejalan dengan peresmian ini juga digelar temu ramah dengan insan pers liputan Inhil di Media Center di Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo) Inhil di Kompleks Kantor Bupati Tembilahan. 

Menurut Bupati, penyediaan sarana dan prasarana di Diskominfo memang telah sejak lama diharapkan, seperti halnya media center e-Bilik. 

"Penyediaan sarana dan prasarana, seperti e-Bilik ini memang berdasarkan kebutuhan sarana yang representatif bagi segenap insan pers," pungkasnya. 

Dengan telah diaktifkannya media center e-Bilik, Bupati juga berpesan kepada pihak Diskominfops Kabupaten Inhil, untuk jangan kembali terhalang perihal perizinan. Sebab, perizinan tersebut sangat sulit didapatkan. "Evaluasi radio, jangkauannya sampai mana, jika ingin memfungsikan Gemilang Radio, izin hanya sampai 5 Januari, izin jangan sampai dibatalkan," ujarnya. 

Dalam pertemuan ini, Bupati Wardan juga meminta agar Diskominfo dapat berbenah dari sisi internal sehingga seluruh jajaran dapat memaksimalkan kinerja. 

"Langkah awal pembenahan ini dapat dilakukan melalui penjabaran job description yang pada akhirnya dapat memberi dampak positif terhadap berfungsinya intern Diskominfo dan tidak ada aktifitas dinas yang terabaikan," papar Bupati. 

Hadir pula pada kesempatan itu, selain Bupati Inhil H Muhammad Wardan, Ketua Komisi Informasi DPRD Inhil HM Yusuf Said, Sekda H Said Syarifudin, Asisten II H Afrizal, Kadiskominfo HM Thaher.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TANAH MERAH - Selain untuk memperoleh informasi dan menyerap aspirasi dari masyarakat setempat, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir H Muhammad Wardan menyatakan di setiap kunjungan kerja (Kunker) yang dilakukan juga diprioritaskan untuk meninjau pelaksanaan pembangunan di daerah. 

Hal tersebut disampaikan Bupati Wardan dihadapan puluhan masyarakat Desa Tekulai Bugis, Kecamatan Tanah Merah usai melaksanakan shalat Jum'at berjama'ah di salah satu Mesjid setempat, Jum'at (18/8/17) siang. 

"Selama 4 tahun kepemimpinan saya ini, ada kebutuhan akan pembangunan yang telah terpenuhi dan ada yang belum. Untuk yang sudah, dalam kunjungan ini, saya ingin mendapatkan informasi atas itu. Sedangkan, untuk pembangunan yang belum dilaksanakan, saya perlu tahu apa yang diinginkan dan adakah kritik yang ingin diberikan," pungkas Bupati. 

Selain itu, untuk pembangunan yang belum dilaksanakan, Bupati Wardan menambahkan, akan dilakukan penyesuaian dengan kondisi keuangan daerah. Sekiranya kondisi keuangan daearah tidak memungkinkan, lanjut Bupati, maka pihak Pemerintah Kabupaten Inhil akan berupaya mencari sumber keuangan melalui alokasi Dana APBD Provinsi Riau bahkan APBN. 

"Tidak bisa kita pungkiri, bahwa APBD Kabupaten Inhil masih sangat kecil untuk dapat mengakomodir seluruh kebutuhan akan pembangunan oleh masyarakat. Namun, hal tersebut tidak serta - merta membuat kita berputus asa. Kami selaku Pemerintah akan terus berupaya mencari sumber - sumber keuangan baru di Provinsi maupun pusat. Sebab, tidak mungkin rasanya pembangunan dilaksanakan tanpa dana," ujarnya. 

Kendati kerap dihadapkan dengan kendala keuangan, Bupati Wardan tetap menanamkan optimisme atas pelaksanaan pembangunan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Desa Tekulai Hilir kala itu. 

"Bagi pembangunan yang telah sukses terlaksana, saya harap itu dapat dijaga karena seperti yang kita ketahui, tidak mudah untuk mengupayakan pembangunan itu. Bagi pembangunan yang masih dalam perencanaan atau belum terlaksana, saya harap masyarakat dapat bersabar sembari kami di Pemerintahan Kabupaten Inhil mengupayakan hal tersebut," imbau Bupati. 

Dalam anjangsana ini, Bupati Wardan juga memperoleh informasi pembangunan, tidak hanya yang dilaksanakan di kawasan Desa Tekulai Bugis, melainkan juga dari desa tetangga, Desa Tekulai Hilir dan Desa Tekulai Hulu yang sengaja hadir dalam dialog interaktif tersebut. 

Sebagai informasi tambahan, kunjungan Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan kali ini, turut didampingi oleh Ketua Komisi I DPRD Inhil, Yusuf Said, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Inhil, Muhtar T dan beberapa pejabat lainnya.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Pelaksanaan HUT ke-72 Republik Indonesia di Lapangan Upacara Jalan Gajahmada Tembilahan diisi sosio - drama 'Pejuang Kabupaten Inhil Letda M Boya', Kamis (17/8/17). 

Upacara yang dipimpin Bupati Inhil H Muhammad Wardan ini diikuti juga Wabup H Rosman Malomo, Ketua DPRD H Dani M Nursalam, Sekda H Said Syarifuddin, unsur Forkopimda, pejabat Pemkab Inhil serta utusan Ormas/Paguyuban, veteran pejuang, pelajar dan tokoh masyarakat. 

Bupati Inhil H Muhammad Wardan, usai upacara peringatan HUT ke-72 RI menyatakan, melalui peringatan ini menjadi momentum apresiasi atas segala jasa dan pengorbanan pejuang kemerdekaan. 

"Apresiasi ini dapat diwujudkan melalui peningkatan kesadaran, kedisiplinan dan keseriusan kita untuk mendedikasikan diri membangun daerah, bangsa dan negara," ungkap Bupati Wardan. 

Disebutkan, upaya membangun daerah, dapat dilakukan dengan jalan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat terwujud melalui kerja keras mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Pembangunan, khususnya yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil telah dan akan difokuskan melalui penggalian potensi daerah di segala bidang yang kemudian akan dimanfaatkan bagi kesejahteraan segenap masyarakat. 

"Pembangunan itu tidak bisa dilaksanakan oleh segelintir atau oleh sekelompok orang saja. Diperlukan kebersamaan dan kerja sama oleh segenap komponen masyarakat dengan semangat kemerdekaan bahu - membahu mencapai pembangunan yang berkualitas," tandasnya. 

Sedangkan Ketua DPRD H Dani M Nursalam menyebutkan, kita yang hari ini menjalani hasil kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan hendaknya mengambil peran mengisi kemerdekaan sesuai kapasitas dan profesi masing-masing. 

"Pemerintah harus mampu menjawab kebutuhan dan menyelesaikan yang menjadi persoalan di tengah masyarakat," ujarnya. Sedangkan DPRD sebagai perwakilan rakyat harus menjalankan tugas pengawasannya terhadap pembangunan yang sudah dijalankan pemerintah sehingga sesuai dengan kehendak masyarakat. 

Setelah pelaksanaan upacara dilakukan penyerahan dana 'tali asih' kepada para veteran dan ahli waris pejuang secara simbolis oleh Bupati Kabupaten Inhil, H Muhammad Wardan dan dimeriahkan dengan penampilan sosio - drama 'Pejuang Kabupaten Inhil Letda M Boya' oleh Kodim 0314/Inhil.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Sebanyak 595 Pegawai Negeri Sipil (PNS) menerima anugerah tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya, Rabu (16/8/17). 

Penghargaan yang diserahkan oleh Bupati Inhil H Muhammad Wardan di Gedung Engku Kelana Tembilahan, dihadiri Ketua DPRD H Dani M Nursalam, Sekda H Said Syarifuddin, para pejabat Pemkab Inhil lainnya. 

Dengan rincian penerima anugerah Satyalancana Karya Satya 30 tahun sebanyak 182 PNS, 20 tahun sebanyak 175 PNS dan 10 tahun 238 PNS. 

Terdiri dari Tenaga Kesehatan penerima anugerah Satyalancana Karya Satya 30 tahun (5 PNS), 20 tahun (6 PNS) dan 10 tahun (23 PNS). 

Guru/ Pengawas Sekolah penerima anugerah Satyalancana Karya Satya 30 tahun (97 PNS), 20 tahun (122 PNS), 10 tahun (80 PNS). 

Dan Tenaga Teknis lainnya penerima anugerah Satyalancana Karya Satya 30 tahun (80 PNS), 20 tahun (47 PNS) dan 10 tahun (135 PNS). 

Bupati Inhil H Muhammad Wardan merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010 tentang pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. 

"Penganugerahan ini bertujuan sebagai pendorong serta memotivasi diri untuk meningkatkan pengabdian dan prestasi kerja PNS, sehingga dapat dijadikan teladan bagi lainnya," ungkap Wardan.

Untuk memperoleh penghargaan ini seleksinya tidak mudah, bahkan mereka yang sudah puluhan tahun bekerja belum tentu lolos, mengingat persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 22 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010, bahwa pemberian tanda kehormatan berupa Satyalancana Karya Satya diberikan kepada PNS yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

"Serta dengan penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan, dan disiplin secara terus-menerus paling singkat 10 tahun, 20 tahun, atau 30 tahun, serta tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat berdasarkan peraturan perundang-undangan," ujarnya. 

Tanda kehormatan yang diterima, dikatakan Bupati pula merupakan kebanggaan bagi penerima selaku PNS, sehingga seterusnya dapat meningkatkan diri atau kemampuan dalam menjalankan tugas, memberikan pelayanan masyarakat secara profesional, jujur, adil dan merata, serta menjadi suri teladan bagi PNS lainnya. 

"Semoga penganugerahan tanda kehormatan ini dapat lebih memacu semangat para PNS lainnya untuk lebih meningkatkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan dan prestasi dalam bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di masa-masa yang akan datang," harapnya.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Bupati Inhil H Muhammad Wardan mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) HUT ke-72 RI, Selasa (15/8/17). 

Dalam kegiatan pengukuhan 33 Paskibra yang digelar di Gedung Engku Kelana ini, Bupati Wardan didampingi Ketua DPRD H Dani M Nursalam, Sekda H Said Syarifuddin, unsur Forkopimda, pejabat Pemkab Inhil dan pengurus dan alumni Purna Paskibra Indonesia (PPI) Inhil. 

Pengukuhan ini diawali dengan pembacaan ikrar Paskibra oleh Bupati dan diikuti 33 Paskibra yang terdiri dari 20 putera dan 13 puteri. Kemudian pernyataan pengukuhan dan pemasangan kendit. 

Bupati mengharapkan, para Paskibra ini dapat mengemban amanah mengibarkan bendera para puncak pelaksanaan HUT ke-72 Republik Indonesia, dengan baik. 

"Jalankan amanah dengan baik, kibarkanlah bendera merah-putih sampai ke puncak dengan sukses," ujarnya memberikan motivasi. 

Wardan juga mengingatkan, agar semua ilmu dan wawasan yang didapat selama menjalani bimbingan dan pelatihan ini dapat membawa manfaat bagi masa depan mereka dan menjadi pemuda-pemudi yang visioner dan unggul nantinya. 

Ariyanto Syarkawi, pengasuh Paskibra menyebutkan, selama menjalani pendidikan dan pelatihan, para Paskibra ini bukan hanya dilatih menaikkan dan menurunkan bendera saja. 

"Tetapi mereka juga dilatih pembentukan karakter, mental, kedisiplinan, sopan santun serta kekompakan," katanya. (hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menggelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Studi Penyusunan Rancangan Pengelolaan Wilayah Sungai (WS) Reteh, Selasa (15/8/17). 

Kegiatan pertemuan yang digelar di aula Bappeda ini dibula Asisten II Setda Afrizal dan dihadiri perwakilan Kementerian PUPR RI, Dinas PUPR Riau, Kepala Balai Wilayah Sumatra III, Camat dan tokoh masyarakat Kecamatan Reteh. 

Bupati Inhil H Muhammad Wardan dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Afrizal menyatakan, sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan sosial ekonomi masyarakat maka tingkat kebutuhan akan air berkembang dengan cepat. 

"Di lain pihak volume air dibumi ini makin berkurang, maka nilai ekonomi air semakin lama semakin meningkat, sehingga perhatian khusus harus diprioritaskan dalam pemanfaatan air dari sumber alam ini. Sumber air di darat paling dominan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia," ungkapnya. 

Air yang mengalir di permukaan ini yang berupa sungai, danau, irigasi, dan rawa adalah sumber air yang perlu dikelola dengan baik, pengelolaannya harus memakai suatu teknologi yang memadai sehingga pendayagunaannya tidak merusak lingkungan hidup. 

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 1974 tentang Pengairan, Pasal 11, ayat (1), ayat (2) dan (3) mengamanatkan bahwa pengusahaan air dan atau sumber-sumber air yang ditujukan untuk meningkatkan kemanfaatannya bagi kesejahteraan rakyat pada dasarnya dilakukan oleh pemerintah daerah, badan hukum, badan sosial dan atau perorangan yang melakukan pengusahaan air dan atau sumber-sumber air, harus memperoleh izin dari pemerintah, dengan berpedoman kepada azas usaha bersama dan kekeluargaan. 

Pelaksanaan pasal ini diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 121 tahun 2015 tentang Pengusahaan Sumber Daya Air. Wilayah Sungai Reteh telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 4/PRT/M/2015 tentang kriteria dan penetapan wilayah Sungai Reteh sebagai wilayah sungai lintas kabupaten/kota yang merupakan kewenangan Provinsi yang sampai saat ini belum dilakukan study penyusunan rancangan pola pengelolaan Wilayah Sungai (WS). Untuk itu pada tahun 2017 ini dilaksanakan study rancangan pola WS tersebut pada Bidang Sumber Daya Air. 

Adapun tujuan dari pekerjaannya ini adalah tersusunnya rancangan pola pengelolaan sumber daya air wilayah Sungai Reteh (kewenangan Provinsi) yang sesuai dengan ketentuan penyusunan pola pengelolaan sumber daya air yang terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 121 tahun 2015 tentang Pengusahaan Sumber Daya Air serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 10/prt/m/2015 tentang rencana dan Rencana Teknis Tata Pengaturan Air. 

"Diharapkan dengan adanya pertemuan konsultasi masyarakat ini banyak masukan dan saran yang bermanfaat untuk kesempurnaan kegiatan ini," harapnya. 

Pada kesempatan tersebut juga di laksanakan ekspose dan pembahasan studi penyusunan rancangan pola pengelolaan Wilayah Sungai (WS) Reteh oleh PT Geodinamik Konsultan.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, PULAU KIJANG - Bupati Inhil H Muhammad Wardan menghadiri undangan dua komponen masyarakat di Kelurahan Madani, Kecamatan Reteh, yakni halal bihalal bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan tokoh masyarakat Parit 7 Kelurahan Madani, Ahad (12/8/17). 

Kegiatan halal bihalal yang diadakan di halaman Masjid Al-Munawwaroh ini dihadiri Kadisdik Rudiansyah, Ketua Muslimat Nahdhatul Ulama Hj Zulaikhah Wardan, Kabag Umum Sudinoto dan beberapa pejabat lainnya. 

Bupati Inhil H Muhammad Wardan mengingatkan tentang pentingnya kekompakan dalam berorganisasi bagi kalangan pendidik ini, guna kepentingan dan kemajuan dunia pendidikan di Inhil. 

"Guru juga harus terus menggali ilmu, sehingga mampu memberikan pendidikan terbaik bagi anak didik," pesannya. 

Ia merasa sangat bangga berada bersama para guru, apalagi beliau pernah menjadi bagian dari keluarga besar guru yakniKepala Dinas Pendidikan, baik di Inhil maupun di Provinsi Riau. 

"Maka saya harap pendidikan di Kecamatan Reteh lebih maju, sumbangsih pemikiran dari PGRI sangat dibutuhkan bagi pembangunan daerah, khususnya dunia pendidikan," tegas Wardan. 

Demikian juga dengan masukan dan pemikiran dari kalangan tokoh masyarakat, terutama Ketua RT/ RW karena mereka yang lebih tahu mengenai apa kebutuhan pembangunan yang diperlukan di daerah. 

"Saya sangat apresiasi dengan tingginya tingkat partisipasi dalam pembangunan daerahnya, ditengah keterbatasan anggaran pembangunan dari pemerintah," pujinya. Seperti masyarakat membangun beberapa ruas jalan secara swadaya. 

Walaupun demikian pemerintah, dalam hal ini Pemkab Inhil tetap akan berupaya memenuhi aspirasi pembangunan yang disampaikan masyarakat, sesuai dengan ketersediaan anggaran pembangunan yang ada. 

"Setiap aspirasi dan usulan yang disampaikan masyarakat, tentunya akan tetap menjadi perhatian pemerintah," imbuhnya.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - -Bupati Inhil H Muhammad Wardan menyerahkan bantuan buat korban kebakaran di Jalan H Arsyad Ahmad, Kelurahan Tembilahan, Sabtu (12/8/17). 

Dalam kegiatan penyerahan bantuan ini, Bupati Wardan didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yusfik dan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Hj Zulaikhah Wardan. 

Bupati Wardan mengharapkan warga yang ditimpa musibah ini dapat tabah menghadapi cobaan ini dan kembali melaksanakan aktifitas sebagaimana biasanya. 

"Musibah ini merupakan cobaan dari Allah SWT, semua yang terjadi ini ada hikmahnya, perbanyaklah bersabar," ungkapnya. 

Diingatkan, kepada warga lainnya agar selalu mewaspadai bahaya api, sehingga dapat terhindar dari kebakaran.(hil08)

"Semoga bantuan ini dapat meringankan warga yang ditimpa musibah ini," katanya.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TANAH MERAH - -Bupati Kabupaten Indragiri Hilir H Muhammad Wardan membuka Festival Menongkah Heritage di Pantai Bidari Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, Sabtu (12/8/17). 

Festival tahunan ini dihadiri pejabat Dinas Pariwisata Herman, Sekda Inhil H Said Syarifuddin, Disporapudbar Junaidi, Waka Polres Inhil KOMPOL H Azwar, unsur Forkopimda, unsur Forkopimcam dan Kepala Desa se Kecamatan Tanah Merah. 

"Kegiatan Menongkah ini sangat unik dan menarik, karena hanya ada di Pantai Bidari Desa Tanjung Pasir," ungkap Bupati Inhil Wardan. 

Namun Wardan menyayangkan dari sisi jumlah pengunjung yang tidak seramai saat pelaksanaan Festival Menongkah tahun lalu. Padahal, ini merupakan ikon wisata Inhil dan juga Provinsi Riau. 

"Saya minta tarian Menongkah juga dilestarikan dan dikemas lebih, kalau bisa lebih digaungkan ke dunia internasional. Sehingga warga di luar Inhil menjadi tahu seperti apa kegiatan Menongkah itu," katanya. 

Sedangkan Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporabudpar) Inhil Junaidi mengakui penurunan jumlah pengunjung dikarenakan iven ini dilaksanakan tidak pada hari libur sekolah, seperti tahun lalu. 

"Namun pelaksanaan tahun ini lebih sukses dari sisi pelaksanaannya yang didukung kondisi air laut. Maka, kedepan kami akan kemas lebih baik lagi," sebutnya. 

Sedangkan Kepala Desa Tanjung Pasir Sarpan Firmansyah menjelaskan, Pantai Bidari memiliki luas sekitar 70 hektar dan merupakan habibat berkembang biaknya kerang. 

"Dengan ketebalan hamparan kerang sekira 46 sampai 146 centimeter. Ini merupakan ladang pencaharian kami," katanya. Menongkah merupakan suatu kegiatan mencari kerang diatas hamparan lumpur dengan menggunakan selembar papan yang digerakkan dengan dorongan kaki. 

Dalam kesempatan ini, Bupati Wardan dan beberapa pejabat lainnya turun ke hamparan lumpur untuk merasakan aktifitas Menongkah dan juga melakukan penebaran beni kerang di lokasi tersebut. 

Untuk diketahui, dalam kegiatan Festival Menongkah Heritage ini, selain menampilkan aktraksi Menongkah, juga digelar Lomba Merapah (berjalan diatas lumpur), Lomba Lompat Lumpur, Fenomena Sampan Kajang, permainan titian lumpur dan peragaan aktivitas kesenian masyarakat Duanu.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir H Muhammad Wardan memerintahkan seluruh jajarannya di Pemerintahan Kabupaten Inhil untuk menyelesaikan tugas pokok dan seluruh kegiatan tahun anggaran 2017 tepat waktu. 

Hal ini disampaikan Bupati Wardan saat diwawancarai usai pelaksanaan rapat evaluasi rutin progres fisik dan keuangan Pemerintah Kabupaten Inhil di Aula Lantai V Kantor Bupati Inhil, Jalan Akasia Nomor 1 Tembilahan, Kamis (10/8/17) sore. 

"Ini adalah komitmen saya bersama jajaran saya di Pemerintahan Kabupaten Inhil, bahwa semua kegiatan lelang harus sudah selesai di bulan Agustus ini. Jadi, terhitung bulan September kegiatan sudah harus dimulai dan di bulan Desember semua kegiatan diharapkan sudah memasuki tahap finishing," kata Bupati. 

Sampai sejauh ini, progres fisik dan keuangan tahun anggaran 2017 Kabupaten Inhil, diungkapkan Bupati Wardan, masing - masing telah mencapai angka 30 persen dan 21 persen. Dirinya meyakini, persentase penyerapan anggaran serta progres fisik dan keuangan tersebut akan meningkat drastis hingga akhir tahun yang pada akhirnya dapat mencapai angka 100 persen. 

"Saat ini, kita tengah berhadapan dengan beberapa kegiatan yang menyita waktu juga pikiran, seperti revisi RPJMD, persiapan penyusunan APBD - P 2017 dan penyusunan draft rancangan APBD tahun 2018. Ditambah lagi dengan kegiatan seremonial lainnya, semisal 17 Agustus dan Festival Kelapa Internasional," ungkap Bupati Wardan. 

Guna memastikan capaian progres fisik dan keuangan tersebut, Bupati Wardan mengatakan, Dia beserta jajarannya di Pemerintahan Kabupaten Inhil akan terus mengadakan rapat evaluasi rutin 3 kali sebulan. Dalam rapat ini, lanjut Bupati, juga akan dibahas kendala yang dihadapi oleh masing - masing Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Inhil. 

"Kita akan mencari solusi bersama - sama. Rapat rutin ini sengaja digelar untuk memantau dan mengetahui bagaimana kemajuan fisik dan keuangan kita. Selain itu, ini juga dijadikan sebagai instrumen pengawasan kami atas segala pelaksanaan kegiatan," pungkasnya. 

Terakhir, Bupati Wardan menegaskan, seluruh kegiatan yang telah terprogram untuk tahun anggaran 2017 akan terus digesa dan harus selesai tepat waktu di penghujung tahun 2017. 

"Tanggal 20 ini, kami akan kembali menggelar rapat evaluasi serupa. Mudah - mudahan ada peningkatan progres, baik fisik maupun keuangan," tandasnya.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMPULING - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir H Muhammad Wardan melakukan syuting video sebagai salah satu langkah persiapan penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional (FKI) dalam rangka memperingati Hari Kelapa Dunia. 

Pengambilan video dengan tagline 'Mari Sukseskan Festival Kelapa Internasional' itu dilakukan di Parit Tanjung Pasir 1, Kelurahan Tanjung Pidada, Tempuling, beberapa hari yang lalu. 

Pemilihan lokasi syuting, menurut penuturan Bupati Wardan didasarkan pada kondisi daerah yang masih sangat asri dengan nuansa perkebunan kelapa serta masyarakat setempat yang mayoritas berprofesi sebagai pekebun kelapa, ungkap Bupati disela-sela kesibukannya, Kamis (10/8/17) 

"Di daerah ini, suasananya yang paling bagus setelah dilakukan survei sejak beberapa bulan lalu. Jadi, pas kalau pengambilan video dilakukan disini menjadi cerminan dari identitas kita sebagai negeri berjuluk 'Hamparan Kelapa Dunia'," tukas Bupati bersemangat. 

Dari informasi yang diperoleh, Kelurahan Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling ini juga akan dijadikan sebagai lokasi dilaksanakannya field trip bagi para tamu asing saat Festival Kelapa Internasional diadakan. Lokasi ini dipilih berdasarkan pertimbangan akses menuju lokasi yang baik dan relatif dekat dari Ibu Kota Kabupaten Inhil, Tembilahan. Selain itu, seperti halnyanyang dikemukakan Bupati Wardan, lokasi ini juga masih dipenuhi oleh nuansa perkebunan kelapa yang sangat kental dengan deretan ratusan pohon kelapa yang menjulang tinggi. 

Pada pengambilan video yang turut melibatkan masyarakat setempat ini, terlihat Bupati Wardan memperagakan gerakan yang disebut - sebut sebagai sebuah salam khas kelapa atau yang lebih dikenal dengan 'Salam Kelapa'. 'Salam Kelapa', yang disebut sebagai salam khas kelapa ini ditunjukkan Bupati Wardan sembari mengangkat kelima jari tangan kanannya dengan telapak tangan menghadap kedepan. 

Sebelum proses pengambilan video dimulai, masyarakat setempat berbondong - bondong mendatangi lokasi syuting untuk sekadar 'mengobati' rasa penasaran dibenak mereka atas kehadiran Orang Nomor Satu di Kabupaten Inhil tersebut. 

Selain melakukan syuting, kedatangan Bupati Wardan yang turut didampingi oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Inhil itu, juga bertujuan untuk meninjau aktifitas masyarakat pekebun kelapa setempat. Seusai pengambilan video, Bupati Wardan menyempatkan diri untuk berbincang ringan dengan beberapa orang masyarakat pekebun kelapa seputar persoalan perkelapaan di daerah tersebut. 

Setelah bercengkerama dengan masyarakat setempat, Bupati Wardan pun melaksanakan ibadah shalat maghrib disana. Bupati Wardan memimpin puluhan masyarakat setempat dalam shalat Maghrib berjama'ah yang dilaksanakan di salah satu surau di daerah tersebut.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Bupati Inhil H Muhammad Wardan menghadiri peringatan HUT ke-60 Provinsi Riau, Rabu (9/8/17) di Gedung DPRD Provinsi Riau, Pekanbaru. 

Dalam kegiatan ini, hadir juga Ketua DPRD Inhil H Dani M Nursalam, Ketua TP PKK Inhil Hj Zulaikhah Wardan dan beberapa pejabat Pemkab Inhil lainnya. 

Gubri menyampaikan, sebagai komitmen dan wujud konsistensi Pemerintah Provinsi Riau dan menyadari ketertinggalan Riau dalam infrastruktur ketenagalistrikan serta masih rendahnya Rasio Elektrifikasi dan Rasio Desa Berlistrik. 

"Maka kami secara bersama-sama membangun sinergitas Sektor Energi dan Sumberdaya Mineral. Salah satunya dengan mewujudkan Riau Terang 2019," katanya. 

Milestone yang dibangun melalui Sinergi antara Pemerintah Provinsi Riau dengan PT PLN (Persero) adalah meningkatkan Rasio Desa Berlistrik melalui program LISDES atau Listrik Pedesaan. Akhir 2016 lalu masih terdapat 256 desa yang belum dialiri listrik dari 1800-an desa di Riau. Insya Allah dalam tahun 2017 ini kita akan menerangi 99 desa sebelum 31 Desember. 

Sinergitas program pada pencapaian pemerintah adalah sebuah keniscayaan dan sesuatu yang bisa dilakukan. Oleh karenanya, pada kesempatan ini Pemerintah Provinsi Riau mempersembahkan inovasi sinergi antara Sektor Pariwisata dan Sektor Energi yang mewujudkan Penerangan pada Destinasi Wisata. Yakni destinasi Wisata Pantai Solop Pulau Cawan Kabupaten Indragiri Hilir melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 persen dan destinasi wisata Candi muara takus (Jaringan Pl_N) 100 persen. 

"Semoga destinasi wisata yang telah diakses aliran listrik dapat lebih berkembang dan lebih meningkatkan perekonomian masyarakat tempatan," harap Andi. 

Berbagai prestasi dan keberhasilan tadi, tentu saja tidak boleh mengurangi perhatian kita pada upaya-upaya mengatasi kendala yang kita hadapi. Baik yang bersumber dari global maupun yang timbul dari permasalahan nasional. 

Sedangkan Bupati H Muhammad Wardan mengharapkan, dalam usianya yang ke-60 Provinsi Riau semakin maju dan berkembang dengan tetap menjadikan budaya Melayu sebagai acuan pembangunan yang berintegritas. 

"Sesuai dengan tema HUT ke-60 Provinsi Riau tahun ini, yaitu Menghulu Budaya Melayu, Menghilir Riau Berintegritas," ujar Wardan.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Bupati Indragiri Hilir H Muhammad Wardan melepas kontingen Kwartir Cabang Indragiri Hilir untuk mengikuti Raimuna Nasional XI 2017 yang berlangsung mulai 13-21 Agustus mendatang di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Selasa (8/8/17). 

Bupati Wardan berpesan agar para peserta dari Inhil untuk tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan serta tolong-menolong di antara sesama. 

“Tetap jaga kekompakan, kebersamaan dan sensitivitas serta tolong-menolong di antara sesama angota pramuka, baik secara internal, sesama kontingen Inhil maupun dengan lainnya. Selalu ingat untuk menjadikan ajang Raimuna Nasional ini sebagai tempat belajar menimba ilmu sebagai bekal melangkah ke depan yang penuh tantangan,” pesan Wardan. 

Peserta yang terdiri dari utusan dari 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota se-Indonesia akan ikut ambil bagian dalam acara perkemahan akbar tersebut. Karenanya, Wardan berharap kehadiran kontingen Inhil pada event itu bisa menjadi duta yang berperan mempromosikan potensi daerah di tingkat Nasional. 

“Keikutsertaan kontingen Indragiri Hilir yang terdiri dari pembina, pendamping dan peserta didik utusan Kwarcab Inhil, merupakan wujud dari rasa antusiasme dalam mendukung kegaitan kepramukaan secara Nasional,” ujar Wardan 

Wardan juga meminta agar kontingen Inhil bisa menunjukkan keseriusan, kesunguhan dan semangat serta motivasi tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegaitan mulai dari yang umum, petualangan, kecakapan hidup, wawasan, kewirausahaan, global development village bakti, seni budaya, wisata sampai pada kegiatan pilihan dan khusus. 

Disebutkan, Raimuna Nasional yang akan diikuti oleh Gerakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega merupakan kegiatan yang akan diisi dengan aktivitas yang bersifat kreatif, produktif, edukatif, inovatif dan rekreatif dalam bentuk perkemahan yang berlangsung satu kali dalam lima tahun. Khusus untuk generasi muda, bagaimaan memupuk rasa persahabatan, persaudaraan dan perdamaian sebagai simpul pengikat rasa persatuan dan kesatuan. 

“Kita ketahui bersama, dampak globalisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menyebabkan gencarnya pengaruh budaya luar baik bersifat konstruktif maupun destruktif. Kondisi ini sangat memerlukan kekokohan jati diri sebagai bangsa Indonesia untuk tidak terpengaruh pada pergaualn bebas dan obat terlarang, apalagi sekarang sudah ada jenis baru yang bisa berdampak buruk,” jelas Wardan 

Selain itu, Wardan juga mengingatkan bahwa keberagaman masyarakat harus bisa disikapi dengan arif dan bijak. Sebab jika tidak, akan berdampak terjadinya kecenderungan munculnya sentimen kedaerahan, kesukuan, agama serta feodalisme yang berpotensi memunculkan benih disintegrasi bangsa. Karenanya ia menilai, gerakan Pramuka sebagai satu jalan mengembangkan sikap dan prilaku generasi muda kepada hal positif. 

“Kepada Ketua Kontingen saya berharap dapat melaksanakan tugas pengayoman dan pendampingan penuh tanggung jawab,” terangnya. 

Dalam pelepasan tersebut, juga dihadiri anggota Mabicab, Ketua Kwarcab Inhil, Camat dan Ketua Kwarran se-Indragiri Hilir.(hil08)

INDRAGIRI HILIR, PELANGIRAN - Bupati Indragiri Hilir H Muhammad Wardan meminta dukungan perusahaan dalam upaya mencegah dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

Penegasan ini disampaikan beliau dalam kegiatan kunjungan kerja dan tatap muka dengan manajemen dan karyawan PT Guntung IdamanNusa, Kecamatan Pelangiran, Senin (7/8/17). 

"Saya mengharapkan dukungan dan peran serta perusahaan dalam upaya mencegah dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan," tegas Wardan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah agar Karhutla di Provinsi Riau yang pernah mendapatkan sorotan secara nasional tidak terulang. 

Diharapkan, terjadi sinergi antara pemerintahan desa dan kecamatan, masyarakat dan perusahaan dalam upaya pencegahan dan mengatasi Karhutla, mengingat saat ini cuaca sedang terik. 

"Saya juga menyampaikan terima kasih atas bantuan speedboat bagi pihak pemerintah kecamatan, desa dan pihak petugas pemadam Karhutla, saat melakukan patroli dan pemadaman Karhutla," sebutnya. 

Wardan juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian pihak perusahaan kepada dunia pendidikan, ini sejalan dengan program pemerintah. 

Sedangkan Camat Pelangiran Abdul Pani menyampaikan, sampai saat ini Kecamatan Pelangiran dalam kondisi kondusif. 

"Kami bersama pihak perusahaan PT GIN juga bersama-sama melakukan patroli dan segera bergerak ke lapangan, bagi pencegahan dan penanggulangan Karhutla," sebutnya. 

Muhammad Nur Ihsan, GM PT Guntung IdmamanNusa (PT GIN) menyampaikan terima kasih atas kedatangan Bupati H Muhammad Wardan ini. 

"Hal ini memberikan motivasi bagi kami untuk berkarya bagi pembangunan Inhil," imbuhnya. 

Kegiatan ini dihadiri Asisten II Rudiansyah, Kadisnaker Masdar, Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan Helmi D, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Mukhtar T, Kadispora Junaidi, Camat Pelangiran Abdul Pani, Kabid Penyediaan, Pelayanan, Pengelolaan dan Penguatan Sumber Daya Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik Inhil.(hil08)
Diberdayakan oleh Blogger.