INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir bekerjasama dengan pihak Kecamatan Tembilahan Hulu menggelar Sosialisasi Terhadap Perbup Nomor 19 Tahun 2017 dan Permendagri Tentang Hibah dan Bansos, Senin (30/4/18). 

Kegiatan yang digelar di aula Kantor Camat Tembilahan Hulu ini, diikuti oleh para Pengurus Mesjid/Surau, TPQ, Majelis Talim dan Kelompok Yasinan yang didampingi Lurah/Kades yang mendapat hibah tersebut. 

Mendatangkan narasumber dari Bagian Hukum Zia Rahmad Edjis SH MH, Bagian Kesra Drs M Hilal, BPKAD Sahrawati dan Camat Tembilahan Hulu M Nazaruddin. 

Sementara itu Kabag Kesra H Arifin Sos melalui Kasubag Pendidikan Bagian Kesra Setda Kabupaten Inhil Drs M Hilal mengatakan, tujuan dilaksanakan Sosialisasi Perbup Nomor 19 Tahun 2017 da Permendagri Tentang Hibah dan Bansos untuk memberikan pemahaman kepada para penerima bantuan terkait prosedur untuk mendapatkan bantuan 

"Diantaranya syarat mendapatkan hibah, penggunaan dana hibah serta lampiran pertanggungjawaban dana hibah yang diterima," katanya. 

Di Kecamatan Tembilahan Hulu sudah yang ketiga, setelah 2 Kecamatan sebelumnya Kecamatan Kempas dan Kecamatan Enok. Direncanakan, untuk tahu ini ada 10 kecamatan. 

Sementara Itu Camat Tembilahan Hulu M Nazar Sos MSi menyambut baik diadkan sosialisasi ini, sehingga yang menjadi tujuan dapat dipahami dan terlaksana dengan baik oleh para penerima hibah. 

"Jangan sampai ada yang mengambil kesempatan dari dana yang akan digulirkan ini untuk hal pribadi, karena dana ini diperuntukanya untuk orang banyak," tegasnya. 

Ia berpesan agar peserta dapat mengikuti sosialisasi ini dengan baik dan aktif, sehingga nantinya dapat memamfaatkan dana hibah ini dengan sebaik baiknya.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Dinilai bebas dari penyakit malaria di Kabupaten Inhil, Bupati Inhil menerima sertifikat eliminasi malaria dari Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek, Minggu (29/4/18). 

Sertifikat itu diserahkan Menkes kepada sejumlah kepala daerah pada saat peringatan Hari Malaria Sedunia dan Pekan Imunisasi Dunia Di Gedung Shohibul Barokah, Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang, Provinsi Banten 

Pjs Bupati Inhil yang diwakili Asisten 1 Darussalam mengaku senang dan bangga, karena prestasi yang diterima ini adalah bentuk kepedulian masyarakat Inhil dalam mengantisipasi penyakit malaria. 

Darussalam juga dalam hal ini berkesempatan hadir mengikuti acara peringatan hari malaria sedunia ini sekaligus menerima sertifikat eliminasi malaria dari Menteri Kesehatan Prof Dr dr Nila Farid Moeloek SpM. 

"Alhamddulilah, sertifikat ini milik masyarakat yang begitu peduli dengan kesehatan lingkungan, sehingga Kabupaten Inhil bebas dari penyakit malaria," kata Darussalam. 

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Inhil Zainal Arifin menyatakan, eliminasi malaria merupakan program pemerintah pusat, dimana Indonesia bebas malaria tahun 2020 mendatang. 

Selama ini, lanjut Zainal Arifin, Kabupaten Inhil selalu rutin melakukan pendataan terhadap warga yang menderita penyakit malaria. 

"Apabila ditemukan warga yang positif terjangkit penyakit malaria, langsung kita obati sampai sembuh. Semua obat dan laboratorium sudah kita siapkan di Puskesmas yang ada di Inhil," ujarnya. 

Ternyata, upaya yang rutin dilakukan selama ini mampu mengantisipasi menyebarnya penyakit malaria di Inhil. 

Diharapkan, masyarakat bersama tenaga kesehatan tetap berkoordinasi dalam upaya pencegahan timbulnya lagi penyakit malaria, serta menjaga lingkungan tetap bersih 

"Kemudian, kita mengusulkan 2017 ke Kemenkes agar Inhil dinilai. Sekitar bulan Februari 2018 lalu, tim dari Kemenkes datang ke Inhil, hasilnya memang Inhil bebas dari malaria," jelas Zainal Arifin.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, KERITANG - Pejabat sementara (Pjs) H Rudyanto menyambut kedatangan Tim Wasef Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-101, Brigjen Hartanta, Kamis (26/4/18). 

Kedatangan Pati Mabesad TNI bintang satu ini didampingi Letkol Inf Ganda Simatupang, Mayor Inf Marjin dari Korem 031 Wira Bima yang juga mewakili Danrem. 

Dalam kesempatan ini, Rudyanto menjamu makan para petinggi Mabes TNI dan juga memperkenalkan para pejabat Pemkab Inhil. 

Pjs Rudyanto juga memakaikan Tanjak Melayu kepada Brigjen Hartanta sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang datang. 

"Tanjak ini merupakan jati diro budaya Melayu Riau, maka setiap tamu yang datang ke Riau akan dipasangkan Tanjak ini, " ujar Rudyanto. 

"Saya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Inhil atas penerimaan dan sambutan yang sangat hangat ini," ujar Brigjen Hartanta. 

Kedatangan para petinggi Mabes TNI ini yang merupakan Tim Wasev TMMD ke 101 untuk melihat langsung pekerjaan fisik TMMD Kodim 0314/ Inhil yang dilaksanakan di Desa Nusantara Jaya Kecamatan Keritang.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, GAUNG - Untuk memeriahkan peringatan Milad ke-22, Pemerintah Kecamatan dan masyarakat Gaung menyelenggarakan Lomba Sampan Selodang tingkat Kecamatan Gaung. 

Lomba ini diikuti oleh satu Kelurahan dan 14 desa se-Kecamatan Gaung. Selain sebagai penyemarak, lomba ini ditujukan untuk melestarikan budaya lokal. Hadiah utama bagi pemenang lomba ialah 1 ekor sapi dan 3 ekor kambing. 

Kegiatan dibuka oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Indragiri Hilir yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil, H Said Syarifuddin di Pelabuhan Kuala Lahang, Kamis (26/4/18). 

Pada kesempatan itu ia didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Inhil Junaidy, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Inhil H Mukhtar T, Kepala Dinas Kesehatan Inhil H Zainal Arifin, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhil Nursal, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Inhil Zul Irma Indra, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Penataan dan Kerjasama (Litbang-PK) Bappeda Inhil Afarahim, Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Edisman. 

Tidak hanya jajaran pemerintah saja yang menghadiri even tersebut, masyarakat tampak antusias memberi dukungan dan semangat kepada para peserta lomba. Berdasarkan laporan Ketua Panitia Pelaksana, Suprihanto, peserta yang mengikuti lomba tahun ini mengalami peningkatan. 

“Pada tahun 2017 peserta sedikit, tapi sekarang dari 16 desa dan kelurahan diikuti oleh 15 desa dan kelurahan, hanya satu desa yang tidak berpartisipasi. Kalau bisa acara ini jangan dilaksanakan di Gaung saja. Tapi bisa dilaksanakan di tingkat kabupaten agar dapat diikuti seluruh kecamatan di Inhil,” harapnya. 

Sementara itu, Camat Gaung, H Nurmansyah AR mengatakan, partisipasi masyarakat luar biasa. Ia berharap agar Pemerintah Kabupaten dapat memberi perhatian lebih untuk menjadikan Lomba Sampan Selodang ini menjadi salah satu wisata budaya Kabupaten Inhil. 

“Berkat bantuan dari Pemkab Inhil melalui Disparporabud kami dapat membeli seekor sapi untuk hadiah juara 1, 2 ekor kambing untuk juara 2, dan 1 ekor kambing untuk juara 3,” ungkapnya. 

Sekda Inhil dalam sambutannya mengatakan lomba selodang merupakan budaya tradisional Indragiri Hilir yang harus terus dilestarikan ditengah gempuran dan gerusan modernisasi. 

“Lombe selodang merupakan salah satu warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai filosofi kehidupan seperti, sportifitas, kegigihan, kejujuran dan persaudaraan, nilai-nilai ini yang harus terus kita jaga dan kita pertahankan,” paparnya. 

Menurutnya kearifan lokal seperti Lomba Selodang ini, jika mampu dikemas secara baik dan menarik, bukan tidak mungkin suatu saat akan menjadi sebuah even wisata tradisional yang akan dikenal di tingkat nasional. 

Lomba dimenangkan oleh Kelurahan Kuala Lahang, diikuti Desa Sungai Baru, DesaJerambang, dan Desa Teluk Merbau harus puas pada posisi ke 4. Lurah Kuala Lahang, Sabar Muzazin merasa bersyukur dan bangga atas keberhasilan Kelurahan Kuala Lahang menjadi juara lomba tersebut. 

“Terimakasih atas kekompakan dan kerja keras tim pemain sehingga kita mencapai juara 1 tingkat Kecamatan Gaung,” tukasnya. 

Sebelum membuka lomba tersebut, Sekda Inhil meresmikan Kantor Kelembagaan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) dan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Kecamatan Gaung yang ditandai dengan pemotongan pita.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) H Darussalam membuka acara tatap muka Ketua Tim Pengawasan Evaluasi (Wasev) Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 101 tahun 2018 Kodim 0314/Inhil bersama tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda. 

Acara yang digelar di aula Kantor Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tempuling,  Rabu (25/4/18) ini dihadiri Dandim 0314/Inhil Letnal Kolonel Inf Andrian Siregar, Kepala Kejaksaan Negeri Lulus Mustofa dan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra serta puluhan perwakilan dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda. 

Dalam sambutannya, Darussalam mengucapkan terima kasih serta memberikan apresiasi atas suksesnya program TMMD ke 101 ini. 

"Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan terima kasih atas terselenggara dan suksesnya kegiatan TMMD ke 101 ini," sebutnya. 

Menurutnya, program atau kegiatan TMMD tersebut sangat dinilai bermanfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di kecamatan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan penimbunan akses jalan yang menghubungkan banyak desa, bahkan menembus ke kota kabupaten yang juga dinilai bisa meningkatkan roda perekonomian penduduk sekitar. 

"Akses jalan dari Desa Kembang Mekar Sari ke Desa Mekar Jaya serta beberapa desa lainnya sudah bisa kita rasakan manfaatnya, jadi kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga apa yang telah dibangun melalui program TMMD ini," ucapnya. 

Pada kesempatan yang sama, Darussalam juga mengatakan bahwa melalui kegiatan TMMD yang sudah berjalan selama tiga minggu ini, partisipasi masyarakat sangat tampak jelas, suksesnya program tersebut sebagai bukti semangat bergotong royong yang dinilai sudah berkurang dikalangan masyarakat selama ini kini telah bangkit bersama dengan TNI.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, GAUNG - Perwujudan syukur atas HUT ke-22 Kecamatan Gaung, masyarakat setempat menggelar Istighotsah, Kamis (26/4/18). Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabuaten Indragiri Hilir H Said Syarifuddin. 

Kegiatan yang digelar di Mesjid Raya Baiturrahman ini dihadiri juga Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan Olahraga dan Kebudayaan Inhil Junaidy, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Inhil H Mukhtar T, Kepala Dinas Kesehatan Inhil H Zainal Arifin, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Inhil Nursal, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Inhil Zul Irma Indra, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Penataan dan Kerjasama (Litbang-PK) Bappeda Inhil Afarahim, Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Edisman. 

Pada kesempatan itu, turut hadir Camat Gaung H Nurmansyah AR, unsur Forkopimcam Gaung, Ustadzah Nurhidayah selaku penceramah, tokoh agama, tokoh masyarakat, masyarakat dan pelajar setempat. 

Camat Gaung mengatakan bahwa istighotsah merupakan salah satu rangkaian acara peringatan Milad Kecamatan Gaung yang telah dimulai sejak tahun 2010. 

“Semoga pemimpin-pemimpin negeri kita mendapat limpahan nikmat barokah serta lindungan dari Allah SWT. Sehat dan dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari. Terimakasih kepada masyarakat yang menghadiri acara ini. Mudah-mudahan di antara kita ada yang makbul doanya sehingga dikabulkan Allah SWT,” ujarnya. 

Sebelum menyampaikan sambutannya, Sekda Inhil menyerahkan Al Quran kepada perwakilan dari mesjid yang mendapat bantuan pengadaan Al Quran. Atas nama Pemerintah Kabupaten Inhil, ia memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan religi ini. 

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menyambut baik sekaligus mendukung diselenggarakannya acara istighotsah dalam rangka Milad ke-22 Kecamatan Gaung ini. Saya berharap melalui kegiatan yang sangat positif dan mengandung nilai-nilai Islam ini, selain kita bisa bersyukur dan memohon pertolongan kepada Allah SWT, kita juga bisa bermuhasabah, lalu berupaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri dengan tujuan untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bertakwa. Selain itu harapan saya, semoga dengan adanya kegiatan ini, silaturahmi di antara kita terjalin semakin baik dan erat sebagaimana mestinya,” tuturnya. 

Menurutnya, istighotsah ini merupakan salah satu keberhasilan pembangunan di bidang keagamaan. Ia menyebutkan keberhasilan ini tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak termasuk masyarakat Kecamatan Gaung. 

“Oleh sebab itu, pada kesempatan yang berbahagia ini saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pemerintah dan masyarakat Kecamatan Gaung serta semua pihak yang telah mendukung dan turut membantu menyukseskan jalannya pembangunankeagamaan di kecamatan ini," sebutnya. 

Saya berharap hasil dari kegiatan pembangunan ini dapat dimanfaatkan, dijaga serta dipelihara dengan sebaik-baiknya, sehingga kedepan dapat terus memberikan pengaruh positif dan manfaat signifikan terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah ini. 

"Semoga kegiatan pembangunan yang telah kita laksanakan ini juga bernilai ibadah serta diridhoi dan diberkahi oleh Allah SWT. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong marilah kita membangun Kabupaten Indragiri Hilir, Negeri Seribu Parit yang kita cintai ini, menuju Kabupaten yang Maju, Bermarwah Dan Bermartabat,” ajaknya. 

Beliau mengimbau kepada segenap jajaran Pemerintah Kecamatan serta masyarakat Gaung agar senantiasa meningkatkan ukhuwah islamiyah, serta menjaga toleransi, kerukunan dan kedamaian sehingga terwujudnya persatuan dan kesatuan yang kokoh, kuat dan tidak mudah dipecahbelahkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. 

Acara ditutup dengan ceramah agama yang mengangkat tema “Membina Iman dan Takwa.” Untuk diketahui, sebelum menghadiri istighitsah ini, Said dan rombongan meninjau stand pameran Jambore Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Gaung di Lapangan Kantor Camat Gaung.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, TANAH MERAH - Pengurus Ranting Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Tanah Merah resmi terbentuk seusai dilakukannya pelantikan terhadap belasan fungsionaris oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HNSI Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Said Syarifuddin, Sabtu (21/4/18). 

Peresmian pembentukan Pengurus Ranting HNSI Kecamatan Tanah Merah masa bakti 2018 - 2023 ditandai dengan pembacaan serta penandatanganan Naskah Pelantikan dan penyerahan Bendera Pataka oleh Ketua DPC HNSI Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin kepada Ketua Pengurus Ranting HNSI Kecamatan Tanah Merah, Yusuf Azis. 

Ketua DPC HNSI Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin yang hadir juga dalam kapasitas sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil menyebutkan, tujuan dibentuknya HNSI adalah sebagai wadah untuk menampung aspirasi para nelayan. 

"Meski kita bukan pengambil kebijakan, namun aspirasi yang ditampung melalui HNSI bisa kita rekomendasikan kepada pihak Pemerintah selaku pengambil kebijakan," tukas Ketua DPC HNSI, H Said Syarifuddin dalam sambutannya di Aula Kantor Camat Tanah Merah, Kuala Enok. 

Melalui kebijakan yang diambil, maka dikatakan H Said Syarifuddin, kemaslahatan yang bermuara pada kesejahteraan para nelayan akan dapat tercapai. Adanya kesejahteraan diyakini akan memberi imbas positif terhadap daerah bahkan negara. Hal ini, lanjutnya, telah sesuai dengan tag line HNSI, yakni 'Nelayan Sejahtera, Negara Kuat'. 

"Kita Ketahui bahwa Inhil merupakan daerah yang berada di kawasan pesisir. Banyak masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Lebih lagi Tanah Merah yang berbatasan langsung dengan lautan. Maka, akan sangat tepat bila Inhil, dalam hal ini Tanah Merah membentuk HNSI," jelas H Said Syarifuddin. 

Sebagaimana tujuan pembentukan HNSI, H Said Syarifuddin berharap agar HNSI Kecamatan Tanah Merah dapat berperan aktif dalam menghimpun aspirasi nelayan setempat. 

Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah tamah antara HNSI Kecamatan Tanah Merah dengan Ketua HNSI Kabupaten Inhil serta jajaran pengurus lainnya. 

Turut hadir dalam acara pelantikan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Inhil, H Mukhtar T, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Inhil, Ahmad Ramani, Sekretaris Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Inhil, Andrismar dan Camat Tanah Merah, Yuliargo serta sejumlah pengurus DPC HNSI Kabupaten Inhil.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, TANAH MERAH - Kepengurusan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau (IKA - UR) Kecamatan Tanah Merah masa bakti 2018 - 2022 resmi dilantik. Ketua IKA - UR Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin meminta para alumni menyebarluaskan informasi tentang keunggulan Universitas Riau (UNRI) kepada bakal calon mahasiswa. 

Menurut Ketua IKA - UR, H Said Syarifuddin yang hadir juga dalam kapasitas sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, Universitas Riau merupakan Perguruan Tinggi Negeri terbaik di Provinsi Riau. Bahkan, secara Nasional, Universitas Riau berada pada urutan ke - 20 terbaik. 

"Keunggulan seperti inilah yang dapat kita sebarluaskan selaku alumni kepada para bakal calon mahasiswa, anak - anak kita yang baru lulus SMA," ujar H Said Syarifuddin di Aula Kantor Camat Tanah Merah, Jumat (20/4/18). 

H Said Syarifuddin mengungkapkan, selama ini, Universitas Riau telah banyak melahirkan lulusan yang sukses berkiprah, baik di dalam Pemerintahan maupun di sektor swasta. 

"Tidak mengherankan telah banyak lulusan yang dilahirkan Universitas Riau. Sebab, Universitas Riau merupakan Perguruan Tinggi Negeri yang tertua di Kabupaten Inhil," tandas Ketua IKA - UR Kabupaten Inhil ini. 

Ketua IKA - UR Kecamatan Tanah Merah, Ali Thamrin dalam sambutannya mengharapkan, kegiatan pelantikan tidak hanya menjadi sebatas kegiatan seremonial belaka tanpa adanya kerja nyata atas program - program yang digagas bersama. 

"Kami seluruh pengurus IKA - UR Kecamatan Tanah Merah mengaku siap untuk dilibatkan dalam setiap kegiatan keorganisasian sebagai realisasi dari program - program yang telah dirumuskan," pungkasnya. 

Turut hadir dalam acara pelantikan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Ahmad Ramani, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Inhil, H Mukhtar T, Sekretaris Badan Perencanaan Daerah, Andrismar serta sejumlah pengurus IKA - UR Kabupaten Inhil. 

Terdapat keistimewaan dalam kegiatan pelantikan Kepengurusan IKA - UR Kecamatan Tanah Merah. Sebab, pada prosesi pelantikan, hadir 2 (Dua) orang Sekretaris Daerah sekaligus. 

Kedua Sekretaris Daerah tersebut adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi, Dianto Mampanini yang hingga saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris IKA - UR Kabupaten Inhil. 

Kebahagiaan bercampur haru tercipta pada kegiatan pelantikan manakala Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi, Dianto Mampanini mengucapkan salam perpisahan kepada segenap hadirin. 

"Inhil adalah kampung saya, meski saya lahir di Pangean, Kuantan Singingi dan besar di Pekanbaru. Saya ucapkan terima kasih kepada segenap warga Inhil dan maaf atas segala kesalahan," tukas Dianto Mampanini.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir H Said Syarifuddin mengunjungi Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten. Kunjungan dilakukan dalam rangka melaksanakan kegiatan amati, tiru dan modifikasi (ATM) sistem administrasi kependudukan (Adminduk) Kota Tangerang Selatan. 

Sekda menuturkan, pemilihan Kota Tangerang Selatan sebagai destinasi kegiatan ATM sistem adminduk adalah karena Kota Tangerang telah beberapa kali meraih prestasi sertifikat ISO di bidang Adminduk sejak tahun 2015 sampai 2018. 

"Keberhasilan itu dapat dijadikan barometer peningkatan pelayanan publik di bidang adminduk bagi Inhil. Kedatangan kami kali ini adalah dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pelayanan, peningkatan kualitas data dan informasi yang akurat serta peningkatan kualitas sumber daya aparatur dibidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil," tukas Sekda, Kamis (19/4/18). 

Tujuan akhir dari kegiatan amati, tiru dan modifikasi sistem adminduk Kota Tangerang Selatan ini adalah agar tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan publik di Kabupaten Inhil semakin membaik. 

Hal yang memberi ketertarikan dari sistem adminduk Kota Tangerang, dikatakan Sekda adalah penerapan pola pelayanan keliling oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

"Untuk itu, kami harapkan informasi seluas - luasnya berkaitan dengan bagaimana usaha dari Pemerintah Daerah Tangerang Selatan untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima di Kabupaten Inhil," tandas Sekda. 

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Inhil, Ahmad Ramani yang turut berkunjung mendampingi Sekda Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin membenarkan, bahwa kunjungan ke Kota Tangsel dilatarbelakangi oleh pencapaian di bidang adminduk yang telah diraih salah satu Kota di Provinsi Banten ini. 

Ahmad Ramani mengatakan, kunjungan yang dilakukan lebih diperuntukkan sebagai studi komparatif guna membandingkan penerapan sistem yang efektif dan efisien dalam pelayanan di bidang adminduk. 

"Yang mana sistem yang bisa kita adopsi dan sesuaikan untik penerapan di Kabupaten Inhil. Pelayanan berbasis online menggunakan aplikasi yang menjadi fokus kita untuk dipelajari guna mempermudah masyarakat Inhil mengurus dokumen kependudukan nanti," ungkap Ahmad Ramani.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Pada momen peringatan Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ke - 68 dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Ke - 56, Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Indragiri Hilir H Rudyanto meminta netralitas personel Satpol PP dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2018. 

Instruksi tersebut disampaikan Pj Bupati Kabupaten Inhil, Rudyanto disela - sela kehadirannya dalam Upacara Peringatan HUT Satpol PP Ke - 68 dan Satlinmas Ke - 56 di halaman Kantor Gubernur Riau, Senin (16/4/18). 

"Mengambil momen peringatan HUT Satpol PP ini, saya mengintruksikan kepada seluruh ASN, khususnya Satpol PP yang berdinas di Kabupaten Inhil agar dapat menunjukkan netralitasnya di dalam mengawal jalannya pelaksanaan tahapan Pilkada yang sedang berlangsung," pesannya. 

Dalam upacara yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Wan Tamrin Hasyim, Pj Bupati Inhil juga menekankan kepada seluruh personel Satpol PP Kabupaten Inhil, terutama yang bertugas di Kecamatan dan Desa agar dapat melakukan deteksi dini dan menyelesaikan permasalahan yang timbul di tengah masyarakat demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam momen penyelenggaraan Pilkada Serentak. 

"Tahun ini tahun politik, momen tahapan Pilkada serentak khususnya di Kabupaten Inhil dan biasanya potensi gangguan ketertiban umum di tengah - tengah masyarakat akan meningkat. Untuk mengatasi hal ini saya mengharapkan Satpol PP harus mempersiapkan diri sejak dini," tandas Pj Bupati. 

Hal senada juga disampaikan oleh Plt Gubernur Riau, Wan Tamrin Hasyim dalam amanatnya pada upacara tersebut, yang mana setiap individu personel Satpol PP di wilayah Provinsi Riau harus tetap menjaga netralitas dalam tahapan penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2018.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir H Said Syarifuddin membuka kegiatan Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) dan Ajang Kreatifitas Remaja Provinsi Riau Tahun 2018 di Gedung Engku Kelana, Tembilahan, Senin (16/4/18). 

Kehadiran Sekda Kabupaten Inhil yang mewakili Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Inhil H Rudyanto ini juga dhadiri oleh Kasdim 0314/Inhil, Wakapolres Inhil dan perwakilan Forum Komunikasi Daerah Kabupaten Inhil lainnya. 


Disamping itu, terdapat 300 orang remaja yang berasal dari 11 Kabupaten dan Kota se - Provinsi Riau, dimana Kabupaten Inhil sebagai penyelenggara. Para remaja ini terhimpun ke dalam Generasi Berencana (GenRe) Provinsi Riau. 

Sebelum membuka acara, Sekda Kabupaten Inhil H Said Syarifuddin menjelaskan, program GenRe merupakan perwujudan dari salah satu Nawacita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yakni melakukan revolusi karakter bangsa. 

Revolusi karakter bangsa ini, lanjut Sekda, diawali dengan upaya melakukan revolusi mental. Revolusi mental, direalisasikan melalui langkah mengubah cara pandang, pola pikir, sikap dan prilaku serta membangun kesadaran dan optimisme manusia. 

Sekda menuturkan, seluruh tahapan untuk mencapai salah satu klausul dari Nawacita Presiden Joko Widodo tersebut dapat dilakukan oleh para remaja. Remaja, imbuhnya, memiliki peran penting dalam melaksanakan revolusi mental. 

Maka itu, sebagai sebuah program dari Pemerintah Pusat, kehadiran GenRe sebagai wadah berhimpun para remaja harus dapat benar - benar berkontribusi terhadap upaya revolusi mental. 

"Kalian (Remaja, red) yang berada dalam GenRe adalah generasi emas, generasi unggul," tukas Sekda. 

Sekda menuturkan, selaku remaja, terutama remaja yang terhimpun ke dalam GenRe, seyogyanya haruslah menjauhi 3 hal yang dapat merusak masa depan, yakni Nikah Usia Dini, Seks Bebas dan Narkoba. 

Sekda menjelaskan, pernikahan di bawah batas usia ideal akan berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi pasangan. Contohnya, bagi perempuan yang menikah di bawah usia 21 tahun akan beresiko buruk terhadap kesehatan reproduksi. 

"Batas usia ideal menikah itu bagi perempuan adalah di atas 21 tahun, sedangkan bagi laki - laki adalah diatas 25 tahun," jelas Sekda. 

Selain itu, Sekda juga menekankan kepada para remaja agar dapat menjauhi aktifitas seks bebas dan penyalahgunaan narkoba yang dapat menghancurkan masa depan anak bangsa. 

"Seorang penyalahguna narkoba itu bukanlah seseorang yang gaul. Mereka adalah seorang penakut untuk tampil di muka umum secara sadar. Jauhi itu semua," tegas Sekda. 

Terakhir, Sekda berpesan kepada para pembina remaja GenRe agar dapat mempertahankan pola pembinaan yang telah diterapkan selama ini. Dengan pola tersebut, Sekda menilai, para remaja GenRe tampak semakin kreatif. 

"Remaja kita punya potensi, tinggal kembangkan saja. Organisir pembinaan bagi para remaja," tandas Sekda. 

Pada pemilihan duta GenRe dan ajang kreatifitas remaja Provinsi Riau tahun 2018 ini, terdapat sejumlah rangkaian acara yang dilakukan, beberapa diantaranya adalah pelantikan Forum GenRe Provinsi Riau masa bhakti 2018 - 2019, performa seni dan pendirian stand oleh GenRe setiap Kecamatan Kabupaten Inhil. 

Pada pembukaan kegiatan yang diagendakan berlangsung selama 4 hari, mulai tanggal 15 sampai 18 April 2018 ini, turut hadir Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Riau Agus Putro Proklamasi.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, TANAH MERAH - Bersempena dengan Peringatan Hari Kartini Tahun 2018, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Tanah Merah menggelar kegiatan Jambore PAUD dan Jambore Kader Posyandu Kecamatan Tanah Merah. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir H Said Syarifuddin didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Inhil H Rudiansyah, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Inhil Junaidy, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan dr Saut Pakpahan, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Inhil Rusmaidi, membuka secara resmi kegiatan tersebut, Minggu (15/4/18). 

Kegiatan yang digelar di Gedung Olahraga Kelurahan Kuala Enok ini dihadiri Camat Tanah Merah Yuliargo, unsur Forkopimcam Tanah Merah, Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Tanah Merah, Staf Humas PT Pulau Sambu H Ruslan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Kepala PAUD dan TK beserta majelis guru se-Kecamatan Tanah Merah, murid-murid PAUD dan TK se-Kecamatan Tanah Merah, peserta lomba dan masyarakat setempat. 

Tema yang diangkat pada kegiatan kali ini ialah “Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan Melalui Pendidikan dan Kesehatan untuk Mewujudkan Keluarga Kecil Berkualitas.” 

Camat Tanah Merah dalam sambutannya berterimakasih atas dedikasi dan pengabdian para tenaga didik PAUD di Kecamatan Tanah Merah. Terimakasih atas kerja kerasnya para HIMPAUDI di bawah bimbingan Bunda PAUD Tanah Merah. 

"Mudah-mudahan itu merupakan amal ibadah bagi kita. Dan semoga untuk ke depannya guru-guru PAUD ini mendapat perhatian lebih dari seluruh elemen pemerintah,” harapnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Inhil menyampaikan permohonan maaf dan kiriman salam dari Bunda PAUD Inhil, Hj Zulaikhah Wardan kepada masyarakat Tanah Merah. 

“Beliau sangat ingin hadir di sini, namun dikarenakan suatu hal maka beliau berhalangan hadir di sini. Kami menyambut baik diadakannya Jambore PAUD tingkat Kecamatan Tanah Merah ini. Perkembangan PAUD di Inhil sangat pesat. Di awal tahun 2013 hanya ada puluhan. Sejalan dengan program pemeritrah Inhil DMIJ dan program 1 Desa 1 PAUD, maka hingga saat ini telah banyak PAUD yang berdiri. Ada bantuan dana untuk biaya operasional PAUD dari Kementerian Pendidikan RI kepada PAUD yang telah terdaftar,” urainya. 

Kegiatan diisi dengan senam massal oleh seluruh TK, PAUD, dan Kelompok Bermain se-Kecamatan Tanah Merah. 

Dalam kesempatan itu, Said Syarifuddin merasa bersyukur dapat bersilaturahmi dengan masyarakat Tanah Merah. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. 

“Alhamdulillah hari ini saya dapat bertatap muka dengan masyarakat di sini, karena saya sudah lama sekali tidak berkunjung ke Tanah Merah ini. Sebagai Pemerintah Kabupaten Inhil saya memberi apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan Jambore PAUD dan Jambore Kader Posyandu ini,” ujarnya. 

Menurutnya antusias masyarakat untuk memeriahkan kegiatan akbar sekecamatan ini patut diacungi jempol. 

“Saya lihat cukup ramai pesertanya, atraksi anak-anak juga bagus. Hal ini bagus sekali. Selamat untuk kecamatan Tanah Merah karena ini juga merupakan suatu prestasi dalam rangka memperingati Hari Kartini,” sebutnya. 

Ia mengatakan Pemkab Inhil sangat fokus terhadap pendidikan di Inhil, terutama pada PAUD. Selain memberi kepastian hukum dan penetapan standar, pemerintah terus berupaya memberikan stimulasi terhadap penyelenggaraan PAUD. 

Terkait Posyandu, ia menilai bahwa selama ini Posyandu telah banyak berkiprah dan memberi sumbangsih dalam hal kesehatan. “Menjadi Kader Posyandu yang merupakan ujung tombak program pemerintah di bidang kesehatan khususnyaIbu dan anak, bukanlah hal yang mudah. Mereka dituntut memberikan pelayanan sekaligus penyuluhan kesehatan disetiap waktu kepada warga. Maka keterampilan dalam penanganan kesehatan mutlak diperlukan,” paparnya. 

Usai pembukaan, dilanjutkan dengan penampilan para peserta peragaan busana daur ulang dan peragaan busana Kartini yang diiringi dengan musik. 

Untuk diketahui, sebelum acara seremoni ini dilaksanakan, Sekda Inhil beserta rombongan meninjau beberapa mesjid yang ada di Kelurahan Kuala Enok dan Desa Tanah Merah beserta pembangunan jalan dan jembatan penghubung antara Kelurahan Kuala Enok dan Desa Tanah Merah yang merupakan program bantuan CSR PT Pulau Sambu.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Pjs Bupati Kabupaten Indragiri Hilir Rudyanto yang diwakili oleh Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil H Arifin menghadiri acara peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhamnad SAW di Masjid Miftahul Jannah, Jalan Soebrantas Tembilahan, Rabu (11/4/18). 

Acara yang digagas oleh para pengurus Masjid Miftahul Jannah ini mengangkat tema 'Dengan Memperingati Isra' Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H. Mari Kita Tingkatkan Iman Taqwa'. 

H Arifin dalam sambutannya dihadapan jama'ah Masjid Miftahul Jannah mengajak seganap warga Kabupaten Inhil pada umumnya untuk menjadikan momen peringatan Isra Mi’raj ini sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT yang senantiasa menganugerahkan berbagai nikmat kepada hamba - hamba - Nya. 

“Yang paling utama adalah bahwa sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW harus dijadikan suri tauladan bagi kita semua dalam kehidupan sehari hari”, ungkap H Arifin. 

H Arifin mengatakan, Pemerintah Kabupaten inhil menyambut baik acara seperti Isra' Mi'raj ini. Seluruh ummat yang mengikuti akan mendapat hikmah dari kegiatan ini. Selain menyambung silaturrahim Ukhuwah Islamiyah, manfaat yang bisa didapat adalah ilmu pengetahuan. 

"Kalau kita ikuti dengan niat ikhlas karena allah akan mendapat pahala dan meningkat iman dan taqwa kepada Allah SWT," tukas H Arifin. 

Peringatan Isra' Mi'raj di Masjid Miftahul Jannah Tembilahan diisi dengan tausyiah oleh KH Abdurrahman Bin KH Abdul Qodir asal Pondok Pesantren Nurul Iman, Ulu Gedung, Provinsi Jambi.

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Kesehatan mengharapkan kepada Puskesmas agar terus melakukan penanganan dan pelacakan kasus bayi dan anak yang mengalami permasalahan gizi kurang atau gizi buruk. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Zainal Arifin menyatakan, masyarakat terus mengunjungi Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan gizi kurang dan gizi buruk. 

Bagi masyarakat yang menemukan anak-anak dengan gizi kurang atau gizi buruk, bisa melaporkan dan membawanya ke Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan perbaikan gizi. 

"Karena indikator keberhasilan kita adalah semua kasus gizi kurang atau gizi buruk dapat ditangani 100 persen," ungkapnya. 

Seperti kasus bayi Natania berusia 1, 4 tahun dengan berat hanya 5,6 kilogram, berdasarkan standar status gizi masuk dalam kategori gizi kurang. Dinas Kesehatan melalui UPT Puskesmas Gajah Mada terus melakukan pemantauan status gizi melalui Rumah Pemulihan Gizi (RPG). 

Ibu Natania secara aktif telah mengikuti kegiatan di RPG pada hari Kamis setiap pekannya yang dimulai pada tanggal 8 Maret lalu. Natania diberikan biskuit dan ibunya diedukasi mengenai cara pengolahan bahan makanan yang sesuai dengan usia Natania. Kondisi saat ini berat badan bayi Natania sudah meningkat menjadi 6,5 kilogram. 

"Di Indonesia saat ini termasuk Kabupaten Inhil pada tema Rakerkeskab beberapa hari yang lalu juga mengangkat masalah Stunting (Kekerdilan). Kita terus melakukan penanganan gizi buruk dan Stunting yang mejadi prioritas kesehatan, walaupun banyak faktor yang berkontribusi terhadap kondisi bayi atau anak dengan Stunting," imbuh.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Penjabat sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, Rudyanto melepas kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XIV Provinsi Riau Tahun 2018 di halaman Kantor Bupati Inhil, Selasa (10/4/18). 

Sebanyak 80 atlet pelajar yang dilepas saat itu dengan ditandai oleh penyerahan bendera KONI dari Pjs Bupati kepada Ketua Kontingen POPDA XIV tahun 2018. 

Pjs Bupati Inhil dalam sambutannya mengungkapkan target yang harus diraih oleh kontingen Inhil dalam ajang POPDA XIV Tahun 2018 adalah kemenangan, disamping upaya menjaga nama baik kontingen Inhil di mata peserta lain yang jga menjadi prioritas. 

"Untuk tahun ini, target kita semua cabor bisa meraih juara. Kita akan berjuang se - maksimal mungkin dengan tetap menjaga nama baik Inhil," jelasnya.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Junaidi mengutarakan, 80 atlet pelajar yang tergabung dalam kontingen Inhil akan mengikuti 7 cabang olahraga dari 8 cabang olahraga yang diperlombakan. 

"Target kita selain menorehkan prestasi, para atlet bisa mendapatkan pengalaman. Kami (Disporabudpar, red) akan terus melakukan pemantauan dan pembinaan secara berkesinambungan terhadap bibit muda atlet Inhil yang kini berada di usia emas," tandas Junaidi.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir H Said Syarifuddin mengikuti Focus Group Discussion (FGD) tentang transparansi dana bagi hasil (DBH) di Batam, Senin (9/4/18). 

Selain Sekda Inhil, H Said Syarifuddin, FGD yang digelar Pemerintah Pusat melalui Extractive Industries Transparency Initiative (EITI) dibawah naungan Kementerian Koordinasi Perekonomian ini juga turut diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten dan Kota Se - Provinsi Riau dan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi. 

Menurut Sekda Inhil, H Said Syarifuddin, FGD digelar guna menindaklanjuti pertemuan antara Sekda se - Provinsi dengan Kementerian Keuangan beberapa waktu lalu yang spesifik membahas tentang Transfer Dana Ke Daerah berupa Dana Bagi Hasil. 

"Pada waktu itu, Sekda se - Riau meminta adanya transparansi soal pengurangan DBH dan meminta transfer dana ke daerah dilakukan secara berkala," tukas Sekda. 

Dalam FGD, diungkapkan Sekda, Dirjen Perimbangan Keuangan mengulas tentang transparansi DBH dari sisi tugas, fungsi dan perannya. Pembahasan juga berkutat pada persoalan dana bagi hasil sektor industri ekstraktif. 

Sekda menjelaskan, beberapa isu yang selalu menjadi pertanyaan banyak pihak dan ikut dibahas dalam FGD, antara lain mengenai mekanisme dan besaran alokasi DBH bagi masing-masing daerah, proses penyaluran, dan isu mengenai kurang bayar dan lebih bayar. 

"Walaupun regulasi terkait DBH sudah diatur dalam Undang-Undang dan peraturan-peraturan turunannya, beberapa pihak masih menganggap pembagian DBH dari sumber daya alam memiliki kelemahan, salah satunya karena pengaruh fluktuasi harga minyak dunia dan harga-harga komoditi lainnya, serta nilai tukar rupiah," jelas Sekda. 

Ketidakpastian yang muncul akibat pengaruh harga, dikatakan Sekda, menjadi sumber kekeliruan Pemerintah Daerah dalam menetapkan besaran DBH yang akan diterima dalam satu tahun anggaran sehingga berdampak terhadap terganggunya perencanaan anggaran daerah. 

Kedepan, Sekda menuturkan, EITI berkomitmen untuk terus berupaya mendorong transparansi mekanisme alokasi dan penyaluran DBH agar terbangun kesalingpercayaan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Kehadiran ritel modern menjadi kompetitor bagi pasar tradisional yang selama ini sudah ada. Hal mengharuskan pasar tradisonal atau pasar rakyat harus berbenah, agar pasar rakyat dapat tetap eksis di tengah masyarakat. 

Pernyataan ini disampaikan Asisten 2 Sekdakab Inhil Afrizal saat menghadiri syukuran penempatan Pasar Kayu Jati Tembilahan Hulu, Senin (9/4/18). Pasar ini dibangun melalui Dana Tugas Pembantuan APBN Kementerian Perdagangan RI Tahun 2017. 

"Pentingnya keberadaan pasar rakyat karena pasar rakyat merupakan sarana jual beli bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah serta tempat transaksi perdagangan bagi petani dan nelayan di daerah dalam menjual hasil produknya," ungkap Afrizal. 

Ditambahkan, sebagai kabupaten yang memiliki komitmen terhadap pembangunan ekonomi serta dalam rangka mewujudkan salah satu misi meningkatkan daya beli masyarakat, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir telah menyusun berbagai program dan kebijakan ke arah misi tersebut, salah satunya dengan melaksanakan kegiatan pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat di Kabupaten Indragiri Hilir. 

Di samping kehadiran pasar rakyat merupakan wadah bertemunya para penjual dan pembeli dalam pembelian barang kebutuhan pokok dimana harga yang dibentuk merupakan hasil dari tawar-menawar para penjual dan pembeli dalam tataran sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat. Perlu digarisbawahi pula, pasar rakyat berfungsi strategi dan memiliki kedekatan dengan aspek sosial dan budaya masyarakat setempat. 

Aspek inilah yang menjadi nilai tersendiri bagi pentingnya keberadaan pasar rakyat di tengah masyarakat di daerah. Karena fungsi strategi itulah maka keberadaan pasar rakyat perlu dikembangkan secara komprehensif dan holistic sehingga dapat meningkatkan daya saing ditengah banyaknya kehadiran ritel modern. 

Hasil pembangunan ini merupakan wujud kepedulian dan perhatian pemerintah pusat untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Saya berharap kepercayaan dan bantuan yang diberikan pemerintah pusat selama ini dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai maksud dan tujuan dari bantuan pembangunan pasar ini. 

Di samping pemanfaatan sarana dan prasarana bangunan yang ada, beliau juga berpesan perlu pengelolaan pasar yang baik, sebab revitalisasi pasar rakyat bertujuan tidak hanya pada tataran aspek membangun dan memperbaiki sarana dan prasarananya saja, tetapi juga dalam hal melakukan perbaikan pada aspek manajemen pengelolaan pasar secara profesional, aspek ekonomi dan aspek sosial. 

Membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan, ketertiban dan keamanan serta taat pada kewajiban yang telah ditentukan, perlu ditanamkan bagi setiap pihak yang terkait dengan keberadaan pasar ini, baik pengelola, pedagang serta pembeli. 

"Sehingga kedepan keberadaan Pasar Kayu Jati Tembilahan Hulu ini mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal di daerah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi tujuan diadakannya otonomi daerah," harapnya.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui staf ahli Bupati bidang pembangunan dan keuangan, Sar'ie membuka kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat SD dan SMP, Tembilahan, Jum'at (6/4/18). 

O2SN yang bertema 'Membangun Karakter Unggul Melalui Kegiatan Olahraga Pendidikan' kali ini akan memperlombakan cabang olahraga, seperti Karate, Badminton, Renang, Atletik dan Pencak Silat oleh siswa dan siswi tingkat SD dan SMP. 

Sedangkan, FLS2N akan menunjukkan performa apik seni tari, musik, menyanyi dan Desain Poster dengan tema 'Kecintaan Terhadap Seni dan Budaya Bangsa Menguatkan Karakter, Menggugah Daya Cipta Serta Membentuk kelembutan Hati'. 

Pembukaan 2 (Dua) ajang bergengsi yang digelar serentak ini ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh staf ahli Bupati, Sar'ie didampingi oleh segenap unsur Forkopimda Kabupaten Inhil. 

Sar'ie mengatakan, sinergitas yang terbangun baik dalam kedua ajang ini dapat terus berlanjut guna mencapai Visi Kabupaten Inhil menjadi Kabupaten yang Maju, Bermarwah dan Bermartabat. 

“Ajang ini sekaligus bertujuan untuk meningkatkan prestasi olahraga dan seni bagi kalangan siswa serta menjalin tali silaturrahim antara siswa dan tenaga pendidik,” jelas Sar’ie. 

Berkenaan dengan pencapaian Visi dan ajang yang cukup bergengsi di kalangan siswa SD dan SMP ini, Sar'ie meminta kepada para tenaga pendidik agar dapat berinovasi mutu pendidikan melalui kegiatan serupa sehingga tercipta generasi yang andal, tangguh dan berdaya saing di masa mendatang. 

Ketua Panitia Pelaksana O2SN dan FLS2N, Faturrohman dalam laporannya menerangkan, kedua ajang ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan jiwa sportivitas, daya saing, dan menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab peserta didik yang berkompetisi. 

“Diharapkan ajang lomba ini juga dapat mengembangkan budaya hidup sehat, gemar berolahraga, dan menanamkan sekaligus meningkatkan apresiasi seni dan kreativitas kepada siswa,” Ujar Faturrohman. 

Untuk diketahui, bersempena dengan pembukaan O2SN dan FLS2N tersebut, Staf Ahli Bupati Inhil, Sar’ie juga menyerahkan piala kepada siswa SD dan SMP yang berprestasi di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Kabupaten Inhil yang telah berlangsung beberapa waktu lalu.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menggelar Focus Group Disscussion (FGD) atau Forum Komunikasi Kabupaten Penghasil Sagu, Kamis (5/4) di Sekretariat Apkasi, Gedung Sahid Sudirman Center lantai 21 Jalan Jenderal Sudirman Kav 86 Jakarta Pusat. 

Forum tersebut dihadiri Penasehat Khusus Apkasi Prof Ryaas Rasyid, seluruh kepala daerah penghasil sagu, Prof Dr Ir HMH Bintoro MAgr selaku pembicara, dan para undangan. Bertindak sebagai moderator adalah Bupati Kepulauan Meranti. 

Sebagaimana diketahui bahwa Apkasi memiliki Visi "Terwujudnya penyelenggaraan Otonomi Daerah (Otda) yang luas, nyata, dan bertanggung jawab guna mencapai tujuan nasional dalam wadah NKRI." 

Tugas pokok Apkasi ialah memfasilitasi kepentingan pemerintah kabupaten dalam penyelenggaraan Otda melalui peran advokasi, mediasi dan fasilitasi dengan lembaga pemerintah serta non pemerintah, baik dari dalam maupun luar negeri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Salah satu fungsinya yaitu menjadi mitra kritis dan strategis pemerintah dalam penyusunan kebijakan nasional tentang pemda, serta mendorong promosi potensi daerah untuk meningkatkan pencitraan daerah dalam rangka menghadapi persaingan di tingkat global. 

Sebagai mitra pemerintah untuk mendorong promosi potensi daerah tersebut, maka digelar forum ini bertujuan untuk membentuk Aliansi Pemerintah Daerah Penghasil Sagu. 

Tujuan khususnya bertumpu pada pengembangan sagu dengan cara mengembangkan tumpang sari sagu, itik, sapi, dan ikan, atau palawija/ hortikultura. Selain itu, membangun kapasitas kelembagaan kelompok tani berbasis sagu, memperluas industri gula cair sagu sebagai Usaha Kecil Menengah (UKM), serta memperluas pelepasan varietas sagu lokal. 

Pada kesempatan itu, kehadiran Pjs Bupati Indragiri Hilir diwakili Sekretaris Daerah Inhil H Said Syarifuddin didampingi Kepala Dinas Perkebunan Inhil Drs H Eddiwan Shasby, Kepala Sub Bagian Pemerintahan Otda Hj Marini, serta Staf Bagian Pemerintahan Otda Nursila. 

Dalam presentasinya, Prof Bintoro menjelaskan bahwa sagu berkontribusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. 

"Sagu punya potensi luar biasa yang harus dikembangkan ke seluruh Indonesia. Peluang pengembangan sagu itu di antaranya dengan melestarikan ekosistem gambut, trdapat di daerah pinggiran/ perbatasan, pemenuhan kebutuhan masyarakat, dan penghasilan tambahan melalui sistem tumpang sari berbasis sagu," paparnya. 

Menurutnya teknik tumpang sari memiliki banyak manfaat, di antaranya dapat memberikan lapangan pekerjaan, pengelolaan kebun sagu yang intensif, sistem ijon pada kebun sagu masyarakat menurun, masyarakat perambah bakau menurun, serta turunnya tingkat pembukaan lahan dengan cara dibakar. 

"Masalah pola tanam sagu selama ini adalah rendahnya pemeliharaan oleh petani, jadi dalam hal ini petani kita perlu mendapatkan pelatihan dan pemahaman yang lebih baik," terangnya. 

Sementara itu, Sekda Said Syarifuddin mendukung tujuan forum ini. Ia menilai bahwa untuk mengembangkan sagu dubutuhkan kerjasama seluruh daerah, mengingat para petani sagu masih belum mendapat perhatian. 

"Kami mendukung ini, karena perlu kekuatan bersama. Jika seluruh daerah sudah bersatu padu, maka potensi pengembangan sagu dapat dilakukan dengan baik," ujarnya. 

Ia mengungkapkan bahwa sagu di Inhil terdiri dari 2 jenis, yaitu berduri dan tidak berduri. 

"Kedepannya, kita berharap forum ini dapat memperjuangkan daerah-daerah penghasil sagu sehingga petani sagu dapat lebih sejahtera dan bisa menyatukan kekuatan agar sagu di Inhil dan di Indonesia akan menjadi perhatian semua pihak," harapnya. 

Namun sebaiknya, lanjut Said pengembangan sagu ini hendaknya dimasukkan terlebih dahulu ke dalam kebijakan nasional. Karena selama ini minat masyarakat mengkonsumsi sagu masih rendah. 

Rapat diakhiri dengan penandatanganan deklarasi dan penyusunan struktur kepengurusan Forum Komunikasi Kabupaten Penghasil Sagu Seluruh Indonesia (Fokus Kapasindo).(kom04)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir H Said Syarifuddin menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Jakstranas pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga, Selasa (3/4/18) di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti Senayan, Jakarta. 

Kegiatan Rakor Jaktranas ini dalam rangka mensosialisasikan dan mensinergikan pelaksanaan Peraturan Peresiden (Perpres) Nomor 97 Tahun 2017 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia (RI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Jakstranas pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga. 

Rakornas ini merupakan salah satu rangkaian Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2018. Tema yang diangkat pada peringatan kali ini ialah, "Sayangi Bumi Bersihkan dari Sampah." 

Acara dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri LHK Siti Nurbaya, Duta Besar Negara Sahabat, Gubernur se-Indonesia, Bupati/ Walikota Se-Indonesia, Lembaga Donor Internasioanal, Asosiasi Komunitas, dan para undangan. 

Pada kesempatan itu, kehadiran Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Indragiri Hilir diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin yang didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Tantawi Jauhari. 

Tujuan dari Rakornas ini adalah untuk menyamakan persepsi antar pemangku kepentingan sampah nasional demi mencapai target pengurangan dan penanganan sampah, mendukung pencapaian target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% sehingga sampah dapat dikelola 100% serta Indonesia bersih sampah dapat terwujud. 

Rakornas diikuti oleh 2000 peserta yang terdiri dari kepala daerah provinsi, kabupaten/ kota, dan pihak-pihak terkait. Narasumber berasal dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional, serta Ketua Komisi 7 DPR RI. 

Menteri LHK, Siti Nurbaya dalam sambutannya menegaskan pada tahun 2025 mendatang seharusnya sampah sudah dapat dikelola dengan baik. "Bagi daerah, pengelolaan sampah sebenarnya bukan soal baru. Pemahaman di daerah dalam pengelolaan sampah sudah dikenal cukup lama. Oleh sebab itu sudah semestinya di tahun 2025 sampah sudah terkelola dengan baik," ujarnya. 

Menurutnya, langkah pertama untuk mengelola sampah tersebut ialah dengan membangun kesadaran bersama. 

"Kaitan ini dimandatkan bahwa Pemda harus menyusun dokumen kebijakan strategi daerah, karena selama ini yang menjadi problemnya adalah persepsinya tidak pas. Jadi kita harus menyamakan persepsi agar pengelolaan sampah dapat disinergitaskan, " urainya. 

Inti dari dialog dan tanya jawab dalam Rakornas tersebut ialah pergerakan penanganan sampah secara intensif dan serius, membangun hubungan tata kelola sampah, serta berbagai upaya pengelolaan sampah. 

Sekda Said Syarifuddin saat diwawancarai setuju dengan Jakstranas tersebut. Ia menyebutkan bahwa dalam mengelola sampah sangat diperlukan kebijakan nasional dan daerah. 

"Rakornas ini membahas bagaimana cara menyelesaikan persoalan sampah yang semakin hari semakin banyak dan beragam jenisnya, ada sampah organik, anorganik, bahkan ada yang beracun. Ini perlu kebijakan pemerintah pusat dan daerah untuk menyelesaikannya," paparnya. 

Sebagai tindak lanjut dari Rakornas ini, selaku Pemkab Inhil dirinya berencana untuk membentuk strategi-strategi dalam mengelola sampah. 

"Tentunya kita bedah dulu peraturan ini dan kita pelajari kondisi di daerah kita," tandasnya. 

Sementara itu, Tantawi Jauhari mengatakan untuk mengelola sampah rumah tangga diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak terkait. "Nanti kita akan melihat berapa sarana yang kita miliki dan itu nanti akan melibatkan seluruh stakeholder, termasuk Ibu rumah tangga, karena sampah ini hulunya di rumah tangga," ungkapnya. 

Ia menerangkan sampah tersebut sebelumnya dikelompokkan berdaraskan jenisnya. "Kita pilah sampah rumah tangga tersebut. Sampah organik bisa dijadikan pupuk. Sedangkan sampah anorganik bisa kita proses dengan cara 3 R yaitu reuse, reduce, recycle. Dan ini bisa dikumpulkan dengan sistem bank sampah sehingga ini bisa dijadikan uang punya nilai ekonomis. Jadi di satu sisi sampahnya dapat terorganisir dengan baik dan dapat dimanfaatkan kembali. Di sisi lain dapat menambah pendapatan rumah tangga," tutupnya.Sekda Inhil Hadiri Rakornas Jakstranas

Riauterkini-JAKARTA-Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir H Said Syarifuddin menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Jakstranas pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga, Selasa (3/4/18) di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti Senayan, Jakarta. 

Kegiatan Rakor Jaktranas ini dalam rangka mensosialisasikan dan mensinergikan pelaksanaan Peraturan Peresiden (Perpres) Nomor 97 Tahun 2017 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia (RI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Jakstranas pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga. 

Rakornas ini merupakan salah satu rangkaian Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2018. Tema yang diangkat pada peringatan kali ini ialah, "Sayangi Bumi Bersihkan dari Sampah." 

Acara dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri LHK Siti Nurbaya, Duta Besar Negara Sahabat, Gubernur se-Indonesia, Bupati/ Walikota Se-Indonesia, Lembaga Donor Internasioanal, Asosiasi Komunitas, dan para undangan. 

Pada kesempatan itu, kehadiran Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Indragiri Hilir diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin yang didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Tantawi Jauhari. 

Tujuan dari Rakornas ini adalah untuk menyamakan persepsi antar pemangku kepentingan sampah nasional demi mencapai target pengurangan dan penanganan sampah, mendukung pencapaian target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% sehingga sampah dapat dikelola 100% serta Indonesia bersih sampah dapat terwujud. 

Rakornas diikuti oleh 2000 peserta yang terdiri dari kepala daerah provinsi, kabupaten/ kota, dan pihak-pihak terkait. Narasumber berasal dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional, serta Ketua Komisi 7 DPR RI. 

Menteri LHK, Siti Nurbaya dalam sambutannya menegaskan pada tahun 2025 mendatang seharusnya sampah sudah dapat dikelola dengan baik. "Bagi daerah, pengelolaan sampah sebenarnya bukan soal baru. Pemahaman di daerah dalam pengelolaan sampah sudah dikenal cukup lama. Oleh sebab itu sudah semestinya di tahun 2025 sampah sudah terkelola dengan baik," ujarnya. 

Menurutnya, langkah pertama untuk mengelola sampah tersebut ialah dengan membangun kesadaran bersama. 

"Kaitan ini dimandatkan bahwa Pemda harus menyusun dokumen kebijakan strategi daerah, karena selama ini yang menjadi problemnya adalah persepsinya tidak pas. Jadi kita harus menyamakan persepsi agar pengelolaan sampah dapat disinergitaskan, " urainya. 

Inti dari dialog dan tanya jawab dalam Rakornas tersebut ialah pergerakan penanganan sampah secara intensif dan serius, membangun hubungan tata kelola sampah, serta berbagai upaya pengelolaan sampah. 

Sekda Said Syarifuddin saat diwawancarai setuju dengan Jakstranas tersebut. Ia menyebutkan bahwa dalam mengelola sampah sangat diperlukan kebijakan nasional dan daerah. 

"Rakornas ini membahas bagaimana cara menyelesaikan persoalan sampah yang semakin hari semakin banyak dan beragam jenisnya, ada sampah organik, anorganik, bahkan ada yang beracun. Ini perlu kebijakan pemerintah pusat dan daerah untuk menyelesaikannya," paparnya. 

Sebagai tindak lanjut dari Rakornas ini, selaku Pemkab Inhil dirinya berencana untuk membentuk strategi-strategi dalam mengelola sampah. 

"Tentunya kita bedah dulu peraturan ini dan kita pelajari kondisi di daerah kita," tandasnya. 

Sementara itu, Tantawi Jauhari mengatakan untuk mengelola sampah rumah tangga diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak terkait. "Nanti kita akan melihat berapa sarana yang kita miliki dan itu nanti akan melibatkan seluruh stakeholder, termasuk Ibu rumah tangga, karena sampah ini hulunya di rumah tangga," ungkapnya. 

Ia menerangkan sampah tersebut sebelumnya dikelompokkan berdaraskan jenisnya. "Kita pilah sampah rumah tangga tersebut. Sampah organik bisa dijadikan pupuk. Sedangkan sampah anorganik bisa kita proses dengan cara 3 R yaitu reuse, reduce, recycle. Dan ini bisa dikumpulkan dengan sistem bank sampah sehingga ini bisa dijadikan uang punya nilai ekonomis. Jadi di satu sisi sampahnya dapat terorganisir dengan baik dan dapat dimanfaatkan kembali. Di sisi lain dapat menambah pendapatan rumah tangga," tutupnya.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Indragiri Hilir Rudyanto menghadiri pembukaan Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2017 serta Knowledge Sharing Keberhasilan Kepala Daerah di Jakarta Convention Centre, Senin (3/4/18). 

Bertindak sebagai pemateri, Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Prof Mardiasmo. Hadir dalam pembukaan kala itu, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani dan seluruh Kepala Daerah tingkat I dan II se - Indonesia. 

Dalam kegiatan sosialisasi, Wakil Menteri Keuangan memaparkan, kinerja ekonomi dan keuangan Indonesia serta kontribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia secara holistik. 

"Disana, Prof Mardiasmo menekankan pentingnya peran daerah dalam mengelola alokasi dana transfer ke daerah dan dana desa," ujar Pj Bupati kepada insan pers. 

Dijelaskan juga, bahwa akses keuangan dan permodalan masih menjadi tantangan nyata dalam tahapan pembangunan Nasional. Kendati demikian, kualitas belanja negara sudah semakin membaik. 

"Guna mengakselerasi pembangunan, Wamenkeu mengatakan perlu adanya sinergitas antara pusat dan daerah. Daerah diminta untuk dapat mengelola anggaran belanja agar lebih berkualias dan bermanfaat bagi rakyat secara luas," pungkasnya. 

Kedepan, dikatakan, Pj Bupati, daerah, khususnya Kabupaten Inhil mesti mengambil langkah penyempurnaan kebijakan TKDD yang dapat difungsikan sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas serta berkesinambungan. 

"Dari hasil evaluasi, penguatan desentralisasi fiskal, perimbangan keuangan pusat dan daerah sudah kian membaik. Namun, kita tetap perlu memperhatikan kualitas belanja daerah," tukas Pj Bupati. 

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat membuka kegiatan mengatakan, perekonomian Nasional merupakan tumpuan dari pertumbuhan ekonomi daerah. 

"Pertumbuhan ekonomi Nasional sudah cukup baik dan berkualitas berkat dukungan dunia usaha. Persepsi yang muncul di kalangan dunia usaha baik terhadap daerah - daerah di Indonesia untuk berinvestasi," ujar Presiden. 

Dengan persepsi positif kalangan dunia usaha terkait daerah - daerah di Indonesia yang layak investasi, dikatakan Presiden, setiap Provinsi maupun Kabupaten dan Kota mesti memastikan persepsi tersebut adalah benar adanya. 

"Investasi, ekspansi usaha kalangan dunia usaha itu sangat kita harapkan. Maka itu, saya berpesan agar Bupati dan Walikota tidak membuat Perda (Peraturan Daerah) yang menghalangi orang berusaha atau menghambat jalannya dunia usaha," sebutnya.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menggelar rapat mediasi dengan sejumlah pihak perusahaan telekomunikasi guna membahas tunggakan retribusi pengendalian menara di aula rapat Menara Telkomsel, Jakarta, Rabu (29/3/2018). 

Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik meminta tunggakan retribusi menara telekomunikasi tahun 2012, 2013 dan 2014 oleh sejumlah perusahaan telekomunikasi yang bernilai miliaran rupiah. 

Hadir dalam rapat, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik Kabupaten Inhil, HM Thaher, Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir, Budhi S.Sh beserta tim, perwakilan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) dan Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL), serta dari Inspektorat dan Badan Perizinan, Penanaman Modal dan Promosi Daerah Kabupaten Inhil. 

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik Kabupaten Inhil, HM Thaher menuturkan, rapat mediasi tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan, diantaranya adalah komitmen pembayaran tunggakan retribusi menara telekomunikasi oleh pihak Perusahaan Telekomunikasi terhitung 30 hari kalender pasca pertemuan yang menghasilkan kesepakatan. 

"Jika dalam batas waktu itu tidak dipenuhi, maka Pemkab Inhil akan menyerahkan proses selanjutnya kepada JPN Kejari Inhil. Kita akan menempuh langkah hukum seandainya pihak perusahaan telekomunikasi wan prestasi atas kesepakatan yang dibuat," jelas HM Thaher. 

Dalam rapat mediasi kala itu, diungkapkan HM Thaher, perwakilan pemilik menara telekomunikasi yang tergabung dalam ATSI dan ASPIMTEL berjanji untuk menindaklanjuti kesepakatan yang telah dibuat bersama Pemerintah Kabupaten Inhil hari ini. 

"Kita juga melibatkan ATSI dan ASPIMTEL untuk mendorong pihak perusahaan pemilik menara telekomunikasi melunasi retribusi yang terhutang, serta mengawal kesepakatan yang telah disepakati bersama," tukas HM Thaher.(kom04)

INDRAGIRI HILIR, RETEH - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir memediasi perselisihan antara PT Bumi Palma Lestari Persada (BPLP) dengan kelompok masyarakat Desa Seberang Sanglar, Kecamatan Reteh, Rabu (28/3/18) di aula lantai V Kantor Bupati Inhil. 

Mediasi ini bukan lah yang pertama kali dilakukan setelah adanya keluhan masyarakat Desa Seberang Sanglar perihal hama kumbang yang mengakibatkan kerusakan lahan perkebunan kelapa oleh PT BPLP yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. 

"Menurut tim ahli yang kami turunkan dari Pemerintah Kabupaten Inhil, memang hama Kumbang ini muncul disebabkan tindakan replanting kelapa sawit oleh pihak perusahaan," tukas Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil, Afrizal usai memimpin mediasi. 

Afrizal menuturkan, dari hasil mediasi, kelompok masyarakat Desa Seberang Sanglar sepakat untuk menerima program rehabilitasi lahan pekebunan kelapa yang rusak dari PT BPLP. 

"Program rehabilitasi berupa tanggul untuk mengatasi air sungai yang masuk juga bibit kelapa. Ada pula bibit pinang dan jagung yang akan dibantu serta ditanamkan perusahaan. Batang kelapa yang mati ditebang agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya hama kumbang," tukas Afrizal. 

Afrizal menilai, hasil kesepakatan antara kedua pihak merupakan langkah terbaik mengatasi perselisihan. Pihak Pemerintah Kabupaten Inhil selaku tim mediasi, lanjut Afrizal dianggap telah berhasil menangani perselisihan sebelum meluas.(kom03)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Pengadilan Negeri Tembilahan melaksanakan pencanangan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Rabu (28/3/18). 

Kegiatan itu dihadiri Asisten I Setdakab Inhil Darussalam, Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri Tembilahan dan Lapas Kelas II A Tembialahan. 

Ketua Pengadilan Negeri Tembilahan Arie Satio Rantjoko mengungkapkan, pencangan WBK dan wilayah birokrasi bersih dan melayani itu dimaksudkan agar pelayanan di pengadilan negeri setempat menjadi bersih dan melayani. 

"Semoga dengan pencanangan ini, penanganan dan pelayanan perkara di Pengadilan Negeri Tembilahan bersih dan melayani," harapnya. 

Apalagi, ditambahkannya, pada tanggal 18 Februari 2018 lalu, semua aparatur di Pengadilan Negeri Tembilahan juga sudah berkomitmen melaksanakan akreditasi dan menandatangani fakta integritas

"Kami juga telah membentuk unit pelayananan satu pintu terpadu baik untuk kasus perdata dan pidana, sehingga tidak perlu lagi mencari keadilan kesana kesini," lanjutnya. 

Kepada Forkopimda, ia berharap untuk kedepannya bisa melakukan kerjasama yang baik, seperti dalam permohon izin pengeledahan dan penyitaan serta perpanjangan penahanan bisa dilakukan melalui email atau website masing-masing instansi. 

"Pengadilan Negeri Tembilahan adalah milik bersama, mari bersama untuk perbaikan layanan," tukas Arie Satio Rantjoko. 

Pemerintahan yang bersih dan melayani tidak hanya sekadar slogan kosong. Melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, pemerintah terus berupaya memperbaiki kinerja jajarannya. 

Hal tersebut, diungkapkan Asisten I Pemkab Inhil Darussalam saat mewakili Pj Bupati Inhil mengahadiri pencanangan pembangunan zona integritas menuju WBK dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tersebut. 

"Keberhasilan pembangunan zona integritas sangat ditentukan oleh kapasitas dan kualitas integritas masing masing individu, yang mempunyai relevansi dalam peningkatan kapasitas dan kualitas integritas dari organisasi dimana individu tersebut berada dan melakukan kegiatannya," ujarnya. 

Ditambahkannya, zona integritas adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk WBK dan WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. 

"Atas nama Pemkab Inhil, saya sangat mendukung dan mengapresiasi atas dilaksanakan-nya pencanangan pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM pada Pengadilan Negeri Tembilahan ini," ucapnya.(kom03)
Diberdayakan oleh Blogger.