INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Harga kelapa sangat mempengaruhi daya beli masyarakat. Seperti disampaikan Indra Gunawansyah, salah seorang pemilik dealer kendaraan roda dua di Tembilahan. Berdasarkan catatannya, 75 persen jual beli kendaraan jenis sepeda motor dipengaruhi harga kelapa.

“Kalau jual beli kita per bulan bisa mencapai angka 270 unit, 75 persennya pengaruh harga kelapa. 

Tapi sebaliknya, kalau sektor perkelapaan lesu, jual beli kami sedikit menurun,”sebut Indra, Sabtu (26/3).

Artinya, keberhasilan sektor kelapa mempengaruhi sektor-sektor lain. Oleh sebab itu, sebagai pengusaha jual beli sepeda motor ia sangat berharap agar pemerintah membuat terobosan baru agar harga kelapa tetap bertahan diatas rata-rata saat ini. 

“Pemerintah meski dapat membuat kebijakan yang pro terhadap masyarakat petani kelapa. Baru kemudian diimbangi dengan bidang-bidang lainya,” harap Indra.

Hal serupa juga disampaikan Hudrian (60) seorang petani kelapa di Tembilahan. Meski saat ini diakuinya harga kelapa sedikit menurun dari Rp2.500 menjadi Rp2. 250 per butir, tapi belum mempengaruh besar terhadap ekonomi keluarga.

“Sebagai petani kami berharap harga kelapa terus meningkat. Apalagi jika dibantu oleh pemerintah dari sisi penyelamatan kebun-kebun kelapa. Sudah pasti mempengaruhi produktivitas buah,” ujarnya.

Jika pemerintah dapat mewujudkan seperti yang diharapkan kalangan petani, Hudrian dan petani lainya tak lagi terlalu memikirkan tingginya harga sembako yang setiap saat terjadi kenaikan. 

Sementara mereka bergantung dengan harga dan produksi buah. “Untuk sekali panen kami harus menunggu sampai 3 bulan. 

Bayangkan saja kalau harga kelapa rendah dan produksi buahnya sedikit. Kami mau makan apa,” ujarnya.(ini03)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.