INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar workshop dalam rangka pemantapan persiapan Festival Kelapa Internasional di Aula Lantai V (Lima) Kantor Bupati Kabupaten Inhil, Tembilahan, Selasa (11/4/2017) pagi.

Dalan workshop yang dibuka oleh Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan, turut hadir Kepala Subdirektorat Akses Perdagangan dan Investasi APEC Kementerian Perdagangan RI  Danang Prasta Danial beserta anggota  Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, Said Syarifuddin, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Inhil
Festival Kelapa Internasional yang diselenggarakan guna memperingati Hari Kelapa se-Dunia yang jatuh pada tanggal 2 September 2017, dan Kabupaten Inhil dipercayakan untuk menjadi 'Tuan Rumah' bagi 18 negara yang terhimpun dalam Asian and Pacific Coconut Community (APCC).

Pada festival Kelapa Internasional yang nantinya akan dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara, seperti seni budaya, seminar, temu bisnis, field trip dan suguhan 500 jenis kuliner berbahan dasar kelapa, diselenggarakan selama 3 (tiga) hari sejak tanggal 9 September hingga 11 September 2017.

Sekretaris Daerah, Said Syarifuddin dalam workshop mengungkapkan, pada Festival Kelapa Internasional itu, pemkab Inhil juga menargetkan pemecahan 2 rekor Muri sekaligus, yakni meminum 10.000 butir kelapa secara serentak dan suguhan 500 jenis kuliner berbahan dasar kelapa.

Sebelum acara pembukaan festival kelapa internasional secara resmi dimulai, Said Syarifuddin mengatakan, perwakilan dari 18 negara yang berpartisipasi akan dijamu dalam Welcome Party di Kediaman Dinas Bupati Inhil.

"Setelah acara seremoni pembukaan Festival Kelapa Internasional, acara akan dilanjutkan dengan pameran di lokasi penyelenggaraan dengan leading sector Dinas Promosi Daerah," ungkapnya.

Kemudian, lanjut Said Syarifuddin, juga akan diadakan pemeran, seminar, temu bisnis dan ditutup dengan kegiatan field trip bagi peserta. Yang mana, pihak penyelenggara akan mengajak negara partisipan untuk mengunjungi lokasi pengolahan kelapa terpadu yang menggunakan teknik tradisional hingga modern.

"Kunjungan ditujukan ke lokasi pengolahan yang dilakukan oleh masyarakat dengan teknik tradisional, mulai dari pemetikan kelapa hingga pengolahan menjadi bahan jadi siap konsumsi. Begitu pula, dengan pengolahan secara modern yang dilakoni oleh perusahaan - perusahaan industri berbasis kelapa," katanya.

Said Syarifuddin, juga menyampaikan dalam seminar tentang kelapa dan temu bisnis yang merupakan upaya  mempertemukan pihak pengelola bisnis dan masyarakat petani kelapa, serta Pemerintah selaku regulator perkelapaan.

"Leading sector seminar tentang perkelapaan ini, nantinya adalah Dinas Perkebunan Inhil. Akan ada 3 pihak yang menjadi pembicara dalam seminar, yakni dari Prancis, Papua Nugini dan dari Indonesia sendiri yang akan diwakili oleh salah seorang guru besar dari IPB. Selain itu, Pemkab Inhil selaku penyelenggara akan mengundang Menteri  Pertanian RI sebagai keynote speaker," paparnya.

Setelah beberapa kegiatan tersebut dilaksanakan, pihak penyelenggara, dikatakan Said Syarifuddin, juga akan melakukan pemutaran film dokumenter tentang aktifitas perkelapaan di Kabupaten Inhil.

"Pemutaran film dokumenter ini juga nantinya akan ditonton oleh perwakilan dari 18 negara partisipan," tukasnya.

Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan dalam workshop menyatakan, penyelenggaraan Festival Kelapa Intenasional dalam rangka memperingati Hari Kelapa se-Dunia tersebut, akan lebih memperkuat identitas Kabupaten Inhil sebagai 'Negeri Hamparan Kelapa Dunia'.

"Saya merasa bangga dan bersyukur sekali, karena Kabupaten Inhil dipercayakan menjadi 'Tuan Rumah' festival kelapa internasional. Tak pernah terbayangkan, pada masa kepemimpinan saya hal ini akan terjadi," katanya.

Menurut Wardan, kepercayaan yang diberikan oleh negara - negara APCC dan Indonesia untuk menjadikan Kabupaten Inhil sebagai 'Tuan Rumah' festival kelapa internasional merupakan hasil dari spirit atau semangat bersama antara Pemkab dan Masyarakat Inhil dalam mempertahankan predikat 'Negeri Hamparan Kelapa Dunia' selama ini.

"Wajar saja, sebab tidak ada satu Kecamatan pun di Kabupaten Inhil yang tidak menghasilkan kelapa, terlepas dari volume kelapa yang dihasilkan, banyak ataupun sedikit. Begitu juga dengan kami selaku Pemerintah, yang tidak pernah memberikan konsesi alih fungsi lahan di seluruh wilayah Kabupaten Inhil bagi para investor, terkecuali bagi perkebunan kelapa," jelasnya.

Semua hal yang dilakukan oleh Pemkab Inhil itu, dikatakan Wardan, tidak lain merupakan upaya untuk mewujudkan dan mempertahankan predikat Kabupaten Inhil sebagai daerah dengan mayoritas masyarakatnya adalah petani kelapa.

"Sejak awal, saya telah concern tentang persoalan kelapa di Inhil. Hal ini juga dituangkan dalam berbagai program penyelamatan kebun kelapa rakyat. Sehingga, apa yang menjadi tujuan untuk menjadikan Kabupaten Inhil menjadi 'Negeri Hamparan Kelapa Dunia', secara bertahap dapat terwujud," ujarnya. 

Sementara, menurut Danang kegiatan ini akan disupport oleh pemerintah pusat dalam rangka mempromosikan potensi Indonesia. Untuk itu, lanjutnya, diharapkan kepada panitia atau Pemkab Inhil, agar sesegera mungkin memfinalisasi Rundown acara.

"Saat rundown acara telah selesai, maka kami (Kemendag RI, red) akan mencoba mengajukannya kepada staf Wapres (Wakil Presiden), Jusuf Kalla, dengan harapan Beliau bisa turut menghadiri Faestival Kelapa Internasional ini nantinya," jelas Danang.(hil04)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.