INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Bupati Inhil H Muhammad Wardan menegaskan semua pihak harus memiliki pemahaman dan sikap serta kemampuan untuk mengantisipasi dan mencegah terorisme dan radikalisme. 

Penegasan ini disampaikan beliau seperti dibacakan Kepala Kesbangpol Inhil Darussalam dalam kegiatan Sosialisasi, Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Terorisme Provinsi Riau Tahun 2017, Selasa (9/5/17). 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Inhil
Disampaikan, kegiatan penyuluhan tentang bahaya terorisme ini merupakan kegiatan yang sangat penting dalam rangka menyelaraskan pemahaman dan wawasan guna mewujudkan persamaan persepsi dan gerak dalam menghadapi terorisme dan radikalisme serta potensi konflik yang dapat membahayakan negara. 

Menghadapi tantangan dan persaingan yang semakin ketat dalam era globalisasi dan perubahan yang cepat dan mendasar, bangsa indonesia masih dihadapkan dengan permasalahan dalam negeri yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa yang antara lain dalam bentuk gerakan separatisme, gerakan radikal kanan dan kiri, dan juga terorisme. 

Sebagaimana kita ketahui keberadaan terorisme di indonesia merupakan kejahatan bersifat lintas negara, terorganisir dan mempunyai jaringan luas yang mengancam perdamaian, keamanan daerah, nasional maupun internasional. Kondisi ini, sangat nyata dan serius membahayakan keamanan bangsa dan negara. Dengan kondisi tersebut, penanganan serius secara terpusat, terpadu dan terkoordinasi dengan semua elemen masyarakat di semua lini harus dimulai sejak dini. 

"Oleh karena itu, diperlukan usaha penyuluhan kepada seluruh komponen bangsa agar memiliki pemahaman dan sikap serta kemampuan untuk mengantisipasi dan mencegah terorisme dan radikalisme tersebut," pesannya. 

Radikalisme dan terorisme merupakan isu aktual yang menjadi problematika bangsa, karena itu perlu secara arif dan bijaksana mengkaji, merumuskan dan memecahkan masalah ini karena dengan kuatnya komitmen pribadi, komitmen organisasi serta komitmen institusi, kita semua mampu mencapai apa yang kita inginkan termasuk mencegah radikalisme dan menangkal isue terorisme tersebut. 

Beliau berharap dan meminta komponen pemerintah daerah dan masyarakat untuk saling bahu-membahu secara sinergis dan berkesinambungan, dengan demikian hal-hal negatif yang berpotensi muncul dapat dieliminasi bahkan hilang dari kehidupan sosial di masyarakat. 

Sedangkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbanhpol) Provinsi Riau diwakili Kabid Kewaspadaan Kaifi Azmi menyatakan, maksud penyelenggaraan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan wawasan pengetahuan bagi generasi muda dan masyarakat, saling tukar menukar informasi serta pengalaman bertugas di lapangan tentang bahaya laten paham radikal dan terorisme, serta penanganannya di daerah. 

"Tujuannya adalah untuk mewujudkan kesamaan visi, misi, persepsi dan startegi antara generasi muda dan masyarakat, khususnya dalam mencegah dan mengantisipasi penyebaran serta pengembangan paham radikal dan terorisme di Provinsi Riau khususnya di Inhil ini," imbuhnya.(hil05)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.