INDRAGIRI HILIR, KEMPAS - Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman didampingi Bupati Inhil H Muhammad Wardan melakukan Panen Raya Padi dan Gerakan Tanam Serentak Peremajaan Kebun Kelapa Rakyat di Desa Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Rabu (30/8/17). 

Kegiatan ini dihadiri Erlina Tarigan dari Kementerian Pertanian yang juga Ketua Tim Upsus Wilayah Riau, Kasiter Korem 031/WB Letkol Arm Jonni Marpaung, Dandim 0314/ Inhil Letkol Inf J Hadiyanto, unsur Forkopimda Provinsi Riau dan Inhil serta pejabat Pemkab Inhil lainnya. 

Bupati Inhil H Muhammad Wardan menyampaikan, dalam angka tetap data BPS tahun 2015, Kabupaten Indragiri Hilir telah mampu memproduksi padi sebanyak 112.264 ton dengan produktivitas per hektar 38,71 kuintal. 

"Namun dibandingkan dengan kebutuhan penduduk Kabupaten Indragiri Hilir, kita masih kekurangan beras sebesar 10.398 ton dan ini merupakan tantangan bagi kita," katanya. 

Luas potensi lahan sawah di Kabupaten Indragiri Hilir mencapai 25.169 hektar, dengan target luas tanam padi pada musim tanam Oktober–Maret (2016/2017) seluas 20.979 hektar dan realisasi seluas 19.208 ha (91,55 persen), sedangkan pada musim tanam April–September (2017) ditargetkan 6.647 hektardan sampai dengan Agustus baru terealisasi 3.702 hektar. 

"Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani, penyuluh, jajaran TNI AD khususnya Babinsa yang telah berhasil merealisasi-kan target yang ditetapkan," ujarnya. 

Sementara itu, Kecamatan Kempas mempunyai potensi luas lahan sawah 1.770 hektar dan realisasi tanam mencapai 2.305 hektar. Hal ini karena sebagian besar dua kali tanam dalam setahun, khusus Kelurahan Kempas Jaya luas lahan sawah 560 hektar, ditanami padi semua dalam dua kali setahun (IP200). 

Sedangkan Gubri H Arsyadjuliandi Rachman meminta para petani serius bercocok tanam padi dan tidak melakukan alih fungsi lahan pertanian padi mereka. 

"Saya harapkan jangan alih fungsi lahan, saya sampaikan apresiasi kepada petani yang tidak melakukan alih fungsi lahan pertanian," pesannya. 

Dikarenakan saat ini lahan makin berkurang, sementara kebutuhan terhadap beras semakin meningkat. Disebutkan, saat ini Provinsi Riau mengalami kekurangan beras 350.000 ton pertahun. 

"Untuk itu, Pemprov Riau dan Pusat serta Kabupaten selalu bersinergi dalam anggaran untuk membantu peningkatan produksi padi di Riau. Khususnya di Kabupaten Inhil, agar tetap menjadi sentra penghasil beras di Provinsi Riau," imbuhnya. 

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan peralatan pertanian kepada Kelompok Tani di Kecamatan Kempas dan beberapa kecamatan lainnya.KEMPAS-Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman didampingi Bupati Inhil H Muhammad Wardan melakukan Panen Raya Padi dan Gerakan Tanam Serentak Peremajaan Kebun Kelapa Rakyat di Desa Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Rabu (30/8/17). 

Kegiatan ini dihadiri Erlina Tarigan dari Kementerian Pertanian yang juga Ketua Tim Upsus Wilayah Riau, Kasiter Korem 031/WB Letkol Arm Jonni Marpaung, Dandim 0314/ Inhil Letkol Inf J Hadiyanto, unsur Forkopimda Provinsi Riau dan Inhil serta pejabat Pemkab Inhil lainnya. 

Bupati Inhil H Muhammad Wardan menyampaikan, dalam angka tetap data BPS tahun 2015, Kabupaten Indragiri Hilir telah mampu memproduksi padi sebanyak 112.264 ton dengan produktivitas per hektar 38,71 kuintal. 

"Namun dibandingkan dengan kebutuhan penduduk Kabupaten Indragiri Hilir, kita masih kekurangan beras sebesar 10.398 ton dan ini merupakan tantangan bagi kita," katanya. 

Luas potensi lahan sawah di Kabupaten Indragiri Hilir mencapai 25.169 hektar, dengan target luas tanam padi pada musim tanam Oktober–Maret (2016/2017) seluas 20.979 hektar dan realisasi seluas 19.208 ha (91,55 persen), sedangkan pada musim tanam April–September (2017) ditargetkan 6.647 hektardan sampai dengan Agustus baru terealisasi 3.702 hektar. 

"Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani, penyuluh, jajaran TNI AD khususnya Babinsa yang telah berhasil merealisasi-kan target yang ditetapkan," ujarnya. 

Sementara itu, Kecamatan Kempas mempunyai potensi luas lahan sawah 1.770 hektar dan realisasi tanam mencapai 2.305 hektar. Hal ini karena sebagian besar dua kali tanam dalam setahun, khusus Kelurahan Kempas Jaya luas lahan sawah 560 hektar, ditanami padi semua dalam dua kali setahun (IP200). 

Sedangkan Gubri H Arsyadjuliandi Rachman meminta para petani serius bercocok tanam padi dan tidak melakukan alih fungsi lahan pertanian padi mereka. 

"Saya harapkan jangan alih fungsi lahan, saya sampaikan apresiasi kepada petani yang tidak melakukan alih fungsi lahan pertanian," pesannya. 

Dikarenakan saat ini lahan makin berkurang, sementara kebutuhan terhadap beras semakin meningkat. Disebutkan, saat ini Provinsi Riau mengalami kekurangan beras 350.000 ton pertahun. 

"Untuk itu, Pemprov Riau dan Pusat serta Kabupaten selalu bersinergi dalam anggaran untuk membantu peningkatan produksi padi di Riau. Khususnya di Kabupaten Inhil, agar tetap menjadi sentra penghasil beras di Provinsi Riau," imbuhnya. 

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan peralatan pertanian kepada Kelompok Tani di Kecamatan Kempas dan beberapa kecamatan lainnya.(hil08)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.