INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Indragiri Hilir Hj Zulaikhah Wardan menghadiri acara Apresiasi Kompetensi Pendidik PAUD bertema ',Aku Minum Air, Aku Sehat' dan Seminar Internasional dengan tema Stimulation in Early Childhood Education & Development (ECED) to Understand the Importance of Drinking Water for Helath and Intelligence, Rabu (4/10/7) di Hotel Grand Cempaka Jakarta. 

Kegiatan ini diikuti oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Himpaudi) se-Indonesia. Bunda PAUD Inhil tampak bersemangat mengikuti kegiatan ini. 

Selain seminar, dilaksanakan lomba demo/ presentasi tentang pentingnya minum air putih 8 gelas perhari yang ditampilkan dalam bentuk drama. Peserta lomba ini adalah perwakilan dari Himpaudi kabupaten yang meraih juara dalam lomba karya ilmiah tingkat provinsi beberapa waktu lalu. 

Anies Rasyid Baswedan selaku Pembina Gerakan Indonesia Mengajar turut hadir dalam kesempatan ini. Pengisi acara terdiri dari pembahas oleh Prof Dr Ir Fasli Jalal Ph.D selaku Penasehat PP Himpaudi, narasumber ialah Prof Dr Ir H Hardinsyah M.S selaku Guru Besar Tetap Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan judul Water Intake and Hydration Physiology during Chilhood. 

Dan Prof Dr Ir Netti Herawati M.S yang merupakan Ketua Umum PP Himpaudi juga Guru Besar Gizi dan Pangan Universitas Riau dengan judul The Practice of Drinking Water in Early Chilhood Education. Selain itu tampak pula Shareen M Ratnani M.Ed B.Ed selaku Best Practice in Early Childhood Education dan Carol Lesley Engmann M.Ed B.Sc. Sedangkan Keynote Speaker adalah Marilou Hyson Ph.D. 

PAUD merupakan pondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Artinya generasi yang baik dilahirkan berdasarkan pendidikan sejak dini. Bibit generasi harus dididik dengan benar dan penuh kasih sayang agar menjadi anak yang cerdas dan bahagia. Pertumbuhan anak juga penting untuk diperhatikan agar mereka tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat, memiliki daya tahan tubuh yang baik agar tidak mudah terserang penyakit. 

Anies Rasyid Baswedan atau yang lebih dikenal dengan Anies Baswedan menilai acara yang diselenggarakan oleh PAUD selalu memiliki keunikan. 

"Setiap acara PAUD memang unik, lebih ekspresif. Setiap kali saya kembali dalam forum ini, saya merasa bahagia. Berbicara tantangan di masa depan rasanya semangat Ibu-ibu guru PAUD tak pernah pudar. Saya tahu persis tantangan Ibu-ibu tidak mudah", kata mantan Menteri Pendidikan itu. Anies berharap agar perbaikan tata kelola dan aturan PAUD bisa segera dituntaskan. 

Dipaparkan, hasil survey penelitian yang dilakukan di Inggris tentang perkembangan manusia kepada 70 ribu anak di generasi berbeda, yaitu anak yang lahir tahun 1946, 1957, 1970, 1991, dan 2000. 

"Selama 7 tahun para peneliti melihat perkembangannya, dilakukan observasi terhadap segala aspek yang berkaitan, dan dikumpulkan data-datanya. Para peneliti ingin mengertahui apa yang menyebabkan anak bisa tumbuh cerdas dan bahagia. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan anak, yaitu kemiskinan dan keluarga. Anak yang lahir dari keluarga miskin, posisinya tertinggal 1 tahun dari pada anak yang lahir dari keluarga yang berada. Tapi hal tersebut bisa diatasi dengan budaya dan kebiasaan membaca. Kemudian keluarga, keluarga adalah lingkungan pendidikan pertama yang didapatkan anak. Oleh sebab itu perilaku, sifat, dan sikap orangtua sangat mempengaruhi perkembangan anak," jelasnya. 

Ketua Umum PP Himpaudi, Netti Herawati mengharapkan agar masyarakat yakin bahwa negeri ini akan bangkit melalui Anies Rasyid Baswedan. "Pak Anies tolong yakinkan rakyat bahwa negeri ini akan bangkit dan maju", ujarnya. 

Untuk diketahui, acara dibuka oleh Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD RI, Harris Iskandar, Selasa (3/10/17) malam.(hil10)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.