INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir HM Wardan menyebut para penyuluh memiliki peran strategis pencapaian visi pembangunan pertanian yang berkelanjutan dalam kegiatan pertemuan teknis penyuluh pertanian se - Kabupaten Inhil, Selasa (3/10/17). 

Peran strategis yang dimiliki para penyuluh, dikatakan Bupati dilatarbelakangi oleh problema pembangunan pertanian yang dihadapi, seperti jumlah penduduk yang terus meningkat, kerusakan lingkungan dan perubahan iklim, keterbatasan infrastruktur, ketersediaan bibit unggul, pupuk, pakan pestisida serta lain sebagainya. 

Pada pertemuan yang diikuti oleh 106 orang yang terdiri dari penyuluh, Kepala UPT dan Kasubag Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan se - Kabupaten Inhil, Bupati mengatakan, dalam menghadapi kendala dan tantangan yang ada, Pemerintah telah menetapkan pencapaian swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta swasembada kedelai yang harus dicapai dalam kurun waktu 3 tahun, dari 2015 sampai dengan tahun 2017 melalui 'Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai'. 

Disamping itu, saat ini Pemerintah juga berfokus pada pencapaian swasembada daging melalui program 'Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB)'. 

"Untuk pencapaian program Upsus tersebut, peran serta penyuluh menjadi sangat penting dalam menggerakkan para petani sebagai pelaku utama untuk dapat menerapkan teknologi," katanya. 

Para Penyuluh Pertanian dan Babinsa dari unsur TNI, disebutkan Bupati, merupakan salah satu faktor penggerak bagi para petani dan dapat berperan aktif sebagai komunikator, Fasilitator, Advisor, Motivator, Edukator, Organisator dan Dinamisator dalam pelaksanaan kegiatan Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai serta Daging guna mencapai swasembada yang berkelanjutan.(hil10)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.