INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir HM Wardan menyatakan keberadaan Pondok Pesantren dan Majelis Taklim menjadi benteng umat dari berbagai hal yang tidak baik dan tidak sesuai dengan tuntunan Islam. 

"Keberadaan Ponpes dan Majelis Taklim memiliki peranan yang sangat penting dan strategi, terutama dalam membina dan meningkatkan pemahaman umat terhadap ajaran agama Islam, serta membentengi dari berbagai hal yang tidak baik dan tidak sesuai dengan tuntunan Islam," ungkap Bupati HM Wardan, baru-baru ini. 

Disebutkan, dalam kita menjalin kehidupan sehari-hari termasuk dalam melaksanakan ajaran agama Islam, tentunya ada perbedaan pemahaman dan pendapat yang sangat sulit untuk di hindari. 

"Oleh sebab itu, melalui kesempatan ini saya mengajak kepada kita semua untuk senantiasa menjaga sikap toleransi, saling hormat-menghormati dan harga-menghargai terhadap perbedaan yang ada," pesannya. 

Serta terus berupaya untuk memperkokoh ukhuwah islamiyah dan meningkatkan persatuan dan kesatuan kita, dengan tetap berpegang teguh pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah. 

Demikian juga keberadaan Pondok Pesantren Al-Baaqiyatus Sa'adiyyah yang telah berdiri sejak 17 tahun yang lalu ini semakin maju dan berkembang dan bisa mencetak lebih banyak generasi muslim yang beriman, berilmu bertaqwa dan berakhlak mulia. 

"Serta turut berperan dalam membangun Kabupaten Inhil, terutama dalam bidang pendidikan dan keagamaan," sebutnya. 

Diharapkan, Pondok Pesantren Al-Baaqiyatus Sa'sdiyyah dan pondok-pondok pesantren lainya yang ada di Kabupaten Inhil yang jumlah cukup banyak, dapat terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan. 

"Sehingga kedepannya bisa menjadi tujuan mondok atau tempat belajar favorit tidak hanya bagi santri dari dalam Kabupaten Inhil sendiri, tetapi juga yang berasal dari daerah lain dari luar Kabupaten Inhil atau bahkan dari luar Provinsi Riau," ujarnya.(kom02)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.